Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani menuturkan, sebanyak tiga ruas jalur tersebut antara lain ruas tol Jakarta-Cikampek, ruas tol Jakarta-Bogor-Ciawi dan Jakarta-Tangerang.
Menanggapi hal tersebut, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan dan Korlantas Polri telah menyusun antisipasi untuk mengurai kemacetan yang terjadi di tiga ruas tol tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, diantara ketiga ruas tol tersebut yang akan sangat dipertajam perhatiannya yakni ruas tol Jakarta-Cikampek. Karena seperti yang diketahui, kepadatan ruas tol Jakarta-Cikampek saat arus mudik tiba memang sudah kerap mengalami kepadatan.
Apalagi menurut Desi, pada arus mudik tahun ini ruas tol Jakarta-Cikampek ikut dicampuri dengan proyek LRT Cawang-Bekasi Timur oleh PT Adhi Karya (Persero) serta proyek Jakarta-Cikampek elevated oleh Jasa Marga.
"Tiga ruas ini yang betul-betul sangat dipertajam, terutama untuk Jakarta-Cikampek. Tahun lalu saja Jakarta-Cikampek sudah padat, sebelum dirusuhi oleh LRT. setelah dirusuhi oleh LRT, enggak selesai juga, dirusuhi oleh kami (Jasa Marga) Jakarta Cikampek elevated," ujarnya.
Kendati demikian, Desi menjanjikan saat H-10 Lebaran mendatang, aktivitas seluruh proyek yang berjalan di sepanjang Jakarta-Cikampek ini akan dihentikan untuk menunjang kelancaran arus mudik.
"Saat H-10 seluruh aktivitas proyek Jakarta Cikampek ini bersih, LRT bersih, Jakarta-Cikampek elevated bersih," ujarnya.
Meski begitu, saat proyek Jakarta-Cikampek elevated nanti dihentikan, maka dapat pula memberikan manfaat bagi para pemudik. Pasalnya terdapat dua lajur sepanjang 23 km dari pelebaran jalur proyek tersebut yang bisa digunakan oleh para pemudik.
"Ada tambahan manfaat karena Jakarta-Cikampek ini melebarkan dua lajur di kiri dan di kanan. Jadi ada tambahan lajur yang akan diperlebar karena nanti akan ditutup tengahnya. Kurang lebih 23 km bisa dipakai jalur mudik," terangnya.
Begitu juga dengan upaya pemasangan alat pendeteksi kendaraan yang dapat menunjukkan kondisi jalan saat memasuki kepadatan.
"Sudah dipasang alat sensor yang dapat mendeteksi kalau kelambatan dari kendaraan sudah kurang dari sekian km per jam misalnya, di beberapa tempat dialihkan. Itu akan kordinasi saat hari H," terangnya. (ang/ang)










































