Saran Menhub Soal Kereta Cepat: Konstruksi Jangan Tunggu Tanah 100%

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 29 Mei 2017 20:57 WIB
Ilustrasi (Foto: Nograhany Widhi Koesmawardhani)
Bogor - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memberikan saran kepada PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) agar proses pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung bisa dipercepat.

Saran tersebut diungkapkannya usai Presiden Joko Widodo (Jokowi) meluapkan amarahnya pada saat sambutan penerimaan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) tahun 2016 di Istana Kepresidenan Bogor.

Jokowi menyebutkan, sudah hampir dua tahun berjalan, namun penampakan fisik pembangunan kereta cepat tersebut belum juga nampak.

Budi Karya memastikan, PT KCIC bisa mempercepat pembangunan dengan melakukan pembangunan fisik tanpa perlu menunggu pembebasan lahan selesai 100%.

"Kemarin saya sudah ngomong, ya soal tanah saja, saya usulkan tanahnya itu enggak usah nunggu selesai baru bangun, saya usulkan ke KCIC usul ke China kita mulai tanpa harus tanah selesai," kata Budi di Istana Kepresidenan, Bogor, Senin (29/5/2017).

Budi mengakui, proses pembebasan lahan memang menjadi biang keladi terkendalanya setiap pembangunan proyek infrastruktur.

"Iya tanah kan di mana-mana memang begitu, di jalan tol Bintaro kan lama juga," tambahnya.

Menurut Budi, dalam mempercepat proses pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, PT KCIC bisa mengusulkan pembangunan serta pencairan dana pinjaman tidak harus menunggu pembebasan lahan selesai 100%.

Pasalnya, pembebasan lahan menjadi salah satu syarat pencairan dana pinjaman dari China Development Bank (CDB) pada proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

"Awalnya, makanya kita ngomong jangan jadi syarat, diupayakan tidak," tukasnya. (dna/dna)