Selain Makin Mahal, Jengkol Juga Sulit Dicari

Selain Makin Mahal, Jengkol Juga Sulit Dicari

Citra Fitri Mardiana - detikFinance
Selasa, 30 Mei 2017 04:40 WIB
Selain Makin Mahal, Jengkol Juga Sulit Dicari
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Para penggemar jengkol mungkin harus menelan kecewa di awal bulan puasa. Lantaran saat ini komoditas pangan yang identik dengan aroma khasnya tersebut sulit ditemui di Jakarta.

Seperti di Pasar Kebayoran Lama yang sempat dikunjungi detikFinance, Senin (29/05/2017) malam, hanya satu pedagang jengkol yang berhasil ditemui. Ibu Win (50) yang sehari-hari berjualan jengkol mengaku, dirinya tetap berjualan jengkol karena komoditas pangan tersebut masih kerap dicari pembeli.

"Masih banyak dicari. Jadi tetap jualan," ungkap Win saat ditemui di lapak dagangannya, di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, pembeli yang biasa membeli jengkol darinya merupakan para pedagang rumah makan, seperti pedagang nasi uduk, masakan padang, warteg dan sebagian ibu rumah tangga.

[Gambas:Video 20detik]

"Biasanya tukang nasi uduk, warteg, nasi padang. Ada juga ibu-ibu rumah tangga," ujarnya.

Menurutnya, beberapa pedagang masakan olahan sedianya masih tetap menjual jengkol, sekalipun harga jengkol menjadi lebih mahal lantaran susah dicari.


"Selama dia (pedagang masakan olahan) berani jual (jengkol) mahal, ya pasti tetep nyediain (olahan jengkol)," terangnya.

Seperti diketahui, saat ini harga jengkol masih mengalami lonjakan. Di Pasar Kebayoran Lama saja, harga jengkol sudah menyentuh angka Rp 90.000 per kg. Mahalnya harga jengkol juga membuat pedagang enggan berjualan komoditi tersebut, lantaran sulit mendapat pasokan. (ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads