Seperti di Pasar Kebayoran Lama yang sempat dikunjungi detikFinance, Senin (29/05/2017) malam, hanya satu pedagang jengkol yang berhasil ditemui. Ibu Win (50) yang sehari-hari berjualan jengkol mengaku, dirinya tetap berjualan jengkol karena komoditas pangan tersebut masih kerap dicari pembeli.
"Masih banyak dicari. Jadi tetap jualan," ungkap Win saat ditemui di lapak dagangannya, di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biasanya tukang nasi uduk, warteg, nasi padang. Ada juga ibu-ibu rumah tangga," ujarnya.
Menurutnya, beberapa pedagang masakan olahan sedianya masih tetap menjual jengkol, sekalipun harga jengkol menjadi lebih mahal lantaran susah dicari.
"Selama dia (pedagang masakan olahan) berani jual (jengkol) mahal, ya pasti tetep nyediain (olahan jengkol)," terangnya.
Seperti diketahui, saat ini harga jengkol masih mengalami lonjakan. Di Pasar Kebayoran Lama saja, harga jengkol sudah menyentuh angka Rp 90.000 per kg. Mahalnya harga jengkol juga membuat pedagang enggan berjualan komoditi tersebut, lantaran sulit mendapat pasokan. (ang/ang)











































