Darmin mengatakan, ada beberapa indikator perbaikan ekonomi, seperti menurunnya tingkat kemiskinan dan pengangguran.
Mantan Dirjen Pajak ini mengatakan, krisis keuangan Asia yang terjadi pada akhir tahun 1990-an merusak pembangunan ekonomi Indonesia dan menyebabkan angka pengangguran meningkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di penghujung 2016, sebenarnya itu mulai terlihat, bahwa selain pertumbuhan mulai sedikit membaik, kalau dilihat indikator-indikator lain, tingkat kemiskinan dan pengangguran turun. Dan yang paling menarik lagi, rasio gini turun. Tidak banyak tapi turun," katanya, dalam Seminar bertajuk 'Indonesia Menuju Ekonomi Berkeadilan' di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, Selasa (30/5/2017).
Hal ini menurut Darmin berkat usaha pemerintah mereformasi sistem birokrasi dan regulasi yang ada, sehingga Indonesia semakin menarik dan kompetitif dalam menarik investasi dari dalam maupun luar negeri.
Namun ia mengakui tantangan ekonomi tak berhenti di situ, terlebih dengan semakin tidak menentunya arah kebijakan ekonomi negara-negara besar di dunia.
"Di penghujung 2016 kita dikejutkan kegalauan dan keresahan masyarakat. Di mana kita lihat ulang, bahwa memang sejak krisis besar Asia tahun 1998, ekonomi kita memang agak berbelok arahnya. Yang tadinya motor penggerak ekonominya adalah industri manufaktur, tiba-tiba memanfaatkan sumber daya alam karena advantage yang diberikan pada waktu rupiah terpuruk tahun 1998," tukasnya. (wdl/wdl)











































