Follow detikFinance
Selasa, 30 Mei 2017 17:03 WIB

RI Genjot Produksi Cengkeh Hingga Pala untuk Ekspor 2018

Citra Fitri Mardiana - detikFinance
Foto: Rois Jajeli/detikcom Foto: Rois Jajeli/detikcom
Jakarta - Setelah program swasembada beras, bawang merah dan jagung. Kementerian Pertanian (Kementan) akan mulai merambah ekspor komoditi lain rempah-rempah.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, pihaknya telah melihat potensi pengembangan rempah-rempah sebagai komoditi strategis yang akan mulai digalakkan pada tahun depan.

"Ke depan kita komoditas yang strategis untuk ekspor, lada, merica, pala, seperti daerah ,Maluku, daerah rempah-rempah," ungkap Amran di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (30/05/2017)

Amran menuturkan rempah-rempah Indonesia sempat berjaya pada masa perdagangan dahulu. Termasuk salah satunya Belanda, yang kerap tertarik datang ke Indonesia untuk membeli berbagai rempah-rempah dari tanah air.

"Itu kenapa Belanda datang. Karena yang menarik rempah rempahnya. Sekarang kita angkat kembali, gali potensi itu dan itu bisa menyejahterakan petani Indonesia," ujarnya.

Untuk melakukan pengadaan bibit rempah-rempah, Amran mengaku, membutuhkan setidaknya Rp 2 triliun. Oleh karena itu dirinya berharap terdapat penambahan anggaran yang diberikan pada Kementerian Pertanian baik di APBN-P 2017 maupun APBN 2018.

"Kita dorong komoditas ekspor, pala, lada, cengkeh, kakao itu kita persiapkan bibit gratis tahun 2018, sekitar 2 triliun semoga ada tambahan lagi nanti di APBN. Bibit unggul, kita siapkan bibit sendiri untuk petani," jelasnya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed