Direktur Utama Jasa Marga, Desi Arryani mengungkapkan, operasional jalan tol trans Jawa untuk mudik Lebaran tahun ini tidak jauh berbeda dibandingkan mudik Lebaran tahun lalu.
"Operasi sampai Brebes Timur sama seperti tahun lalu," kata Desi di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (30/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari Brexit (Brebes Timur) sampai Weleri fungsional, artinya cuma dua lajur satu arah. Hanya lantai kerja sama beton, belum standar tapi bisa dilalui," kata Desi.
Selanjutnya, untuk ruas Bawen-Salatiga juga bisa dilalui seiring sudah selesainya konstruksi. Namun, untuk ruas tol ini belum dikenakan biaya. Kemudian, ruas tol Ngawi sampai Kertosono bisa difungsikan.
"Juga Bawen sampai Salatiga itu kondisi full standar jalan tol sudah selesai tapi masih menunggu keputusan Menteri PUPR. Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono 25 km difungsikan. Mojokerto-Surabaya 11 km bisa difungsikan. Gempol-Bangil difungsikan 15 km," tutur Desi.
Untuk menarik minat masyarakat beralih menggunakan non tunai saat pembayaran tol, Jasa Marga memberikan potongan harga alias diskon untuk pengguna e-money 20% dari H-3 sampai H+6 Lebaran.
"Dalam rangka memperlancar transaksi, kami berharap pengguna jalan menggunakan e-toll, Jasa Marga memberikan diskon tarif tol 20% dari H-3 sampai H+6 Lebaran," tutur Desi.
Jasa Marga juga akan membongkar gerbang tol Cibubur dan Cimanggis 20 Juni mendatang.
Selain itu, untuk mempercepat transaksi tol, Jasa Marga juga akan menambah gardu tol yang berpotensi mengalami lonjakan saat musim mudik, antara lain di Cikarang Utama dan Semarang.
"Penambahan gardu di tol yang kritis Jakarta-Cikampek gerbang Cikarang Utama gardu masuk ke Cikampek 30, ke Jakarta 30. Lebih banyak tahun lalu 37 totalnya," ujar Desi. (dna/dna)











































