Jualan Takjil Dadakan, Bisnis Menggiurkan Para Ibu Rumah Tangga

Jualan Takjil Dadakan, Bisnis Menggiurkan Para Ibu Rumah Tangga

Citra Fitri Mardiana - detikFinance
Rabu, 31 Mei 2017 03:23 WIB
Jualan Takjil Dadakan, Bisnis Menggiurkan Para Ibu Rumah Tangga
Foto: Citra Fitri Mardiana/detikFinance
Jakarta - Fenomena para penjual takjil dadakan selalu hadir saat memasuki Bulan Ramadan. Mayoritas didominasi ibu-ibu rumah tangga.

Seperti sejumlah pedagang takjil yang ditemui Selasa (30/05/2017) sore di sekitar Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Salah seorang pedagang bernama Darsiah (50) mengaku, mampu meraup omzet antara Rp 800-1,2 juta hanya dari hasil berjualan takjil.

"Wah enggak tentu. Bisa Rp 800 ribu. Kalau lagi ramai sampai Rp 1,2 juta," ungkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Darsiah bersama para ibu-ibu pedagang takjil lainnya nampak mulai ramai membuka lapak dagangannya sejak pukul 16.00 WIB. Menu takjilnya yang dijualnya beraneka ragam, dari mulai kolak, biji salak, es buah, lontong, dan aneka gorengan.

Keuntungan yang hampir serupa juga dirasa Anggi (23) yang baru-baru mencoba berdagang takjil pada Ramadan kali ini. Dirinya mengaku bisa meraup omzet 600-700 ribu per hari.

"Enggak tentu sih, tapi ya lumayan lah. Rp 600-700 ribu ada," pungkasnya.

Sementara itu masih di lokasi yang sama, pedagang lain bernama Rini (36) menuturkan, telah rutin berjualan takjil hampir setiap tahun saat Ramadan tiba. Menurutnya ini sudah kali ketiga dirinya berdagang takjil di sekitar Pasar Minggu.

"Iya, hampir tiap tahun kayanya," kata Rini.

Rini mengatakan, dirinya hanya berjualan saat bulan Ramadan saja. Pada hari-hari biasanya, dirinya hanya berprofesi sebagai ibu rumah tangga.

Menurutnya, berdagang saat bulan Ramadan hanyalah pengisi waktu luang sekaligus menambah pemasukan rumah tangga untuk bekal Lebaran.

"Saya mah ibu rumah tangga saja. Tapi lumayan dagang ini, nambah-nambah Lebaran," katanya.

Meski begitu, pasang surut selama berdagang juga kerap dialaminya. Rini mengaku dagangannya juga kerap tidak habis terjual. Terkadang jika sore hari hujan, dirinya harus terpaksa membawa pulang kembali sisa dagangannya.

"Ya suka enggak abis. Dibawa pulang deh," ujarnya. (ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads