Harga Acuan 7 Bahan Pangan Belum Dipakai Pedagang Pasar

Muhammad Idris - detikFinance
Rabu, 31 Mei 2017 22:40 WIB
Foto: Muhammad Idris/detikFinance
Jakarta - Berbagai langkah dilakukan pemerintah untuk mengendalikan harga pangan. Salah satu instrumen yang diandalkan yakni aturan harga acuan.

Harga acuan diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 9 Tahun 2016 tentang Harga Acuan Pembelian di Petani dan Penjualan di Konsumen untuk 7 komoditas yakni beras, kedelai, jagung, gula, bawang merah, cabai, serta daging sapi dan kerbau.

Namun demikian, menurut Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Arif Budimanta, pelaksanaan harga acuan tak berjalan optimal di lapangan. Di banyak tempat, ditemui harga bahan pangan berada di atas harga acuan yang ditetapkan pemerintah.

"Kita lihat inisiatif dikeluarkan Kemendag dengan membuat semacam harga acuan pada tingkat produsen dan konsumen itu sangat baik, karena dapat menjamin harga dengan baik, misalnya di konsumen harga beras di acuan Rp 9.500/kg, kemudian gula Rp 12.500/kg," kata Arif kepada detikFinance ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu (31/5/2017).

"Setelah kita analisis dari 160 pasar di seluruh Indonesia yang dipantau sehari-hari, ternyata menunjukkan sebagian besar harga acuan tidak dipakai sebagai acuan harga antara penjual dan pembeli, contoh beras atau gula rata-rata sebagian besar di atas harga acuan yang ditetapkan. Itu temuan kita," terang Arif.

Menurut Arif, masih panjangnya rantai pasok dalam tata niaga pangan membuat harga acuan kurang greget dalam eksekusinya di lapangan.

"Kenapa? Karena misalnya terkait gula karena intervensi pemerintah itu berhadapan dengan struktur pasar yang ada, ini kan bertingkat, jalur distribusinya panjang, sehingga sampai di konsumen harganya tak sesuai dengan ketetapan pemerintah," ujar Arif.

Lanjut dia, aturan harga acuan belum menyentuh sampai ke tingkat pasar, dan baru diberlakukan secara efektif untuk ritel-ritel modern.

"Walau ada kayak gula kemasan sesuai acuan memang ada, tapi terbatas di ritel modern. Kalau di tradisional seperti yang kita pantau tak sesuai, lebih tinggi dari harga acuan," tutur Arif.

Selain itu, belum detailnya regulasi harga acuan membuat pelaksanaannya juga sulit diterapkan. Dia mencontohkan, istilah beras medium pun belum sepenuhnya memiliki standar yang baku yang bisa dipahami secara mudah oleh masyarakat.

"Jenis beras kan banyak, yang dimaksud beras Rp 9.500/kg apa? Beras medium, bagaimana cara konsumen dapatkan beras medium di lapangan. Ternyata beras medium kadar air dan broken sekian persen, tapi kalau lihat di pembelian rumah tangga, sangat jarang. Tidak tahu juga apakah ini beras medium apa tidak, tahunya jenis beras apakah ini rojolele, ramos, dan sebagainya," jelasnya.

Sebaliknya, aturan harga acuan malah membuat kebingungan pada konsumen, termasuk di tingkat pedagang sendiri.

"Sehingga pandangan kami harga acuan jadi membingungkan di lapangan, katanya Rp 9,500/kg, kok saya beli harganya Rp 12.500/kg, oh ada ternyata, tapi yang dikemas sama Bulog. Tapi yang tidak dikemas Bulog harganya ikut pasar. Gula Rp 12.500/kg itu pada konsumen beli dimana? Apakah beli di warung, ritel modern, apa di pasar," terang Arif.

Berikut ini harga acuan 7 bahan pangan:

1. Harga Beras
Harga acuan pembelian beras di petani
Rp 3.700 (gabah kering panen),
Rp 4.600 (gabah kering giling),
Rp 7.300 (beras);

Harga acuan penjualan di konsumen
Rp 9.500;

2. Harga Jagung
Harga acuan pembelian jagung petani
Rp 3.150 (kadar air 15%),
Rp 3.050 (kadar air 20%),
Rp 2.850 (kadar air 25%),
Rp 2.750 (kadar air 30%), dan
Rp 2.500 (kadar air 35%);

Harga acuan penjualan konsumen
Rp 3.650 (curah) dan Rp 3.750 (kemasan);

3. Harga Kedelai
Harga acuan pembelian kedelai petani
Rp 8.500 (lokal) dan Rp 6.550 (impor);
Harga acuan penjualan ke pengrajin tahu/tempe
Rp 9.200 (lokal) dan Rp 6.800 (impor);

4. Harga Gula
Harga acuan pembelian gula petani
Rp 9.100 dan Rp 11.000 (harga lelang);
Harga acuan penjualan konsumen
Rp 13.000

5. Harga Bawang Merah
Harga acuan pembelian bawang merah petani
Rp 15.000 (konde basah)
Rp 18.300 (konde askip)
Rp 22.500 (rogol askip)

Harga acuan penjualan konsumen
Rp 32.000

6. Harga Cabai
Harga acuan pembelian cabai petani
Rp 15.000 (cabai merah besar/keriting)
Rp 17.000 (cabai rawit merah)

Harga acuan penjualan konsumen
Rp 28.500 (cabai merah besar/keriting),
Rp 29.000 (cabai rawit merah)

7. Harga Daging Sapi dan Kerbau
Harga acuan penjualan daging sapi konsumen
Segar/chilled : Rp 98.000 (paha depan),
Rp 105.000 (paha belakang),
Rp 80.000 (sandung lamur),
Rp 50.000 (tetelan);
Beku : Rp 80.000 (daging sapi),
Rp 65.000 (daging kerbau). (idr/hns)