Risiko Profesi Tukar Uang Pinggir Jalan: Jadi Sasaran Jambret

Risiko Profesi Tukar Uang Pinggir Jalan: Jadi Sasaran Jambret

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Sabtu, 03 Jun 2017 15:27 WIB
Risiko Profesi Tukar Uang Pinggir Jalan: Jadi Sasaran Jambret
Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance
Jakarta - Profesi 'inang-inang' atau calo penukaran uang receh pinggir jalan banyak ditemui saat menjelang Lebaran. Mereka pun banyak mendapatkan keuntungan dari bisnis tersebut.

Walau mendapatkan untung yang terbilang lumayan, namun pekerjaan mereka juga bukan tanpa risiko. Membawa uang secara terang-terangan dalam jumlah besar menjadi tantangan sendiri bagi mereka.

Salah seorang 'inang-inang' bernama Widya mengaku, dirinya kerap was-was saat menjalani profesinya itu. Wanita paruh baya mengaku harus selalu berhati-hati karena membawa uang dalam jumlah besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena kan ngeri juga bawa-bawa uang banyak. Tegang kita kalau ada yang jahat terus mengambil uang kita, selesai sudah. Paling banyak-banyak istighfar," katanya saat berbincang dengan detikFinance di kawasa Stasiun Kota, Jakarta, Sabtu (3/6/2017).

[Gambas:Video 20detik]

Dirinya bersyukur selama ini tidak pernah terjadi hal-hal tidak diinginkan terhadapnya. Namun berbeda dengannya Widya, salah seorang temannya yang juga berprofesi sebagai 'inang-inang' pernah mengalami nasib sial.

Widya mengatakan, kalau jutaan uang receh dagangan milik temannya itu raib dibawa lari oleh jambret.

"Iya karena kan sudah diintai terus diikuti, jadi mereka (jambretnya) tahu," terangnya.

Oleh sebab itu, dirinya selalu berhati-hati saat menjalani profesi sebagai 'inang-inang'. Dirinya selalu memasukan uang receh dagangannya di dalam tas, dan tidak memamerkannya dalam jumlah banyak sekaligus di pinggir jalan.

"Makanya paling saya pakai tas ransel, ditaruh depan. Terus uangnya dikeluarin seadanya saja, enggak semua. Yang penting harus hati-hati saja," terangnya. (ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads