Begini Cara Pemerintah Cegah Macet Brexit Terulang Lagi

Begini Cara Pemerintah Cegah Macet Brexit Terulang Lagi

Hendra Kusuma - detikFinance
Sabtu, 03 Jun 2017 15:35 WIB
Begini Cara Pemerintah Cegah Macet Brexit Terulang Lagi
Foto: Tri Aljumanto/detikcom
Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Bina Marga tengah mempercepat pekerjaan pembangunan 4 jelan layan atau flyover yang terbentang di Brebes-Tegal.

Dirjen Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto mengatakan, pembangunan 4 flyover yang dimulai pada Desember 2016 ini sebagai antisipasi kemacetan pada saat musim mudik lebaran.

"Jadi kemarin kasus Brexit (Brebes Exit) itu bukan di tolnya, tapi di jalan keluarnya," kata Arie saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Sabtu (3/6/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada musim mudik lebaran 2016, telah terjadi kemacetan parah di pintuk keluar tol Pejagang yang di kenal sebagai Brexit.

Kemacetan terjadi dikarenakan, usai keluar dari Tol Pejagan terdapat 5 perlintasan sebidang jalur kereta api Jakarta-Surabaya.

"Pada saat Lebaran, ada sekitar 95 kereta yang melintas, 1 kereta harus tunggu 5 menit, jika ditotalkan berarti 500 menit dan itu 9 jam tertutup, dan dampaknya kemacetan sudah terkunci," tambahnya.

[Gambas:Video 20detik]

Kementerian PUPR membangun 4 jalan layang ini dilakukan di Dermoleng, Klonengan, Kesambi, dan Kretek yang berada di Kabupaten Brebes dan Tegal, Jawa Tengah.

Untuk pembangunan flyover Dermoleng tercatat progres pengerjaannya mencapai 84,96%. Untuk flyover Klonengan progresnya telah mencapai 94,23%. Sedangkan pada pembangunan flyover Kesambi progres pengerjaannya telah mencapai 78,68%. Untuk pembangunan flyover Kretek progresnya mencapai 76,84%.

Empat jalan layan yang sudah dikerjakan sejak Desember 2016 ini memiliki panjang yang berbeda-beda, untuk Dermoleng panjangnya 650 meter, jalan layang Klonengan 1.011 meter, jalan layang Kesambi 470 meter, dan flyover Kretek 700 meter.

Mengenai kontraktornya, 4 jalan layang yang berada di Brebes-Tegal ini dikerjakan oleh 3 perusahaan BUMN Karya, yakni Adhi Karya yang mengerjakan flyover Dermoleng dan Kretek. Lalu, Brantas Abipraya menggarap flyover Kesambi, dan Hutama Karya membangun flyover Klonengan. (ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads