Follow detikFinance
Minggu, 04 Jun 2017 12:48 WIB

Tips Sukses Ala Miliarder AS untuk Kaum Milenial

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Dok. CNBC Foto: Dok. CNBC
Jakarta - Kesuksesan CEO Camping World Marcus Lemonis mungkin bisa menjadi contoh untuk para kaum millenial. Caranya dalam mengejar kesuksesan sangat cocok untuk dicontoh, khususnya bagi mereka yang baru lulus kuliah

Pria keturunan Lebanon asal Amerika Serikat (AS) itu juga telah sukses mendirikan beberapa perusahaan lainnya yang bernilai miliaran dolar AS. Ternyata kuncinya sederhana, mengambil setiap kesempatan yang ada.

Setelah lulus dari Marquette University pada 1995, Lemonis yang saat ini masih berusia 22 tahun telah menjalankan sebuah bisnis Florida House of Representatives. Setelah bisnisnya gagal, dia mengubah haluan ke sektor penjualan automotif dan kemudian ke bisnis perkemahan dan penyewaan kendaraan RV.

Menurutnya dengan langsung terjun bekerja setelah lulus kuliah membantunya untuk lebih cepat menapaki jenjang karir. Dengan begitu kesuksesan lebih cepat diraih.


Melansir dari CNBC, Minggu (4/6/2017), berikut 2 pesan khusus dari Lemonis untuk para millenial:

1. Cari Pekerjaan Secepat Mungkin

"Cari pekerjaan yang bisa Anda dapat. Pekerjaan pertama yang Anda dapat seharusnya bukan perusahaan keluar. Bekerjalah dengan orang lain yang memiliki hak untuk memecat Anda," kata Lemonis.

Menurutnya, dengan mendapatkan pekerjaan secepat mungkin maka peluang untuk membuka karir yang lebih cemerlang juga lebih cepat.

2. Jangan Bergantung dengan Orang Tua

Kebanyakan kaum millenial kembali tinggal di rumah dengan orang tua setelah lulus kuliah. Hal itu dengan menghemat uang sambil mencari pekerjaan.

Namun menurut Lemonis itu salah. Jalan yang terbaik menurutnya adalah langsung merantau dan mencari pekerjaan.

"Nasihat terbaik saya untuk para lulusan 2017 lebih baik jangan tinggal di rumah orang tua. Biayai hidup Anda sendiri, cari makan sendiri, dan bayar cicilan sendiri, maka cepat bekerja," tegasnya.

Menurutnya, jauh lebih baik untuk bekerja sebagai karyawan magang meski hanya dibayar dengan gaji US$ 12 per jam. "Itu jauh lebih baik dibanding anda duduk di rumah saja dan tidak menghasilkan apa-apa," tukasnya (mkj/mkj)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed