Qatar, Raksasa Gas Dunia yang Kini Dimusuhi Arab Saudi Cs

Qatar, Raksasa Gas Dunia yang Kini Dimusuhi Arab Saudi Cs

Maikel Jefriando - detikFinance
Selasa, 06 Jun 2017 14:35 WIB
Qatar, Raksasa Gas Dunia yang Kini Dimusuhi Arab Saudi Cs
Foto: REUTERS/Thomas White/Illustration
Jakarta - Qatar yang merupakan salah satu negara terkaya di dunia, menjadi sorotan dunia setelah Arab Saudi dan beberapa negara tetangga lainnya mengumumkan pemutusan hubungan diplomasi. Bursa saham hingga harga minyak bergejolak menyambut panasnya situasi di Timur Tengah.

Meski demikian, kekayaan Qatar sangat menarik untuk ditelusuri asal muasalnya. Apalagi usia kemerdekaannya pasca dijajah Inggris baru berusia 46 tahun.

Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber, Selasa (6/6/2017), kekayaan Qatar awalnya bersumber dari gas alam. Cadangan yang dimiliki Qatar adalah satu satu yang terbesar di dunia, yaitu sekitar 900 Tcf atau 14% dari porsi gas alam di dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini berawal dari Sheikh Hamad, ketika 1995 mendeklarasikan diri sebagai penguasa. Sementara ayahnya sendiri sedang dalam perjalanan ke negara lain. Di saat yang sama sedang dilakukan pengiriman pertama gas alam cair dari lapangan terbesar di dunia, yaitu di bagian utara, bersebelahan dengan Iran.

Produksi gas alam yang membludak membawa ekonomi Qatar menanjak. Pendapatan per kapita per tahun dari negara tersebut mencapai US$ 130.000. Qatar pun menjadi eksportir gas alam cair terbesar di dunia.

Dari hasil tersebut, Qatar membentuk sebuah perusahaan investasi bernama The Qatar Investment Authority pada 2005. Tujuannya untuk mengalirkan dana ke berbagai sektor.

Seperti perumahan. Pada Agustus, dananya mencapai US$ 622 juta menuju saham di Empire State Realty Trust (ESRT), yang merupakan pemilik dan operator dari Empire State Building dan properti utama New York lainnya.

Kemudian sebanyak 8,3% saham Brookfield Property, yang memiliki kepemilikan real estat utama di seluruh dunia.

Sektor energi. Dana kekayaan kedaulatan Qatar merupakan bagian dari kelompok investor yang membeli 61% saham di jaringan pipa gas asal Inggris dari National Grid.

Pada bulan Desember, Qatar bekerja sama dengan kelompok komoditas Glencore (GLCNF) untuk membeli 19,5% saham raksasa minyak Rusia Rosneft. Perusahaan ini juga memiliki 4,6% saham di Royal Dutch Shell (RDSA).

Qatar merupakan investor terbesar ketiga di Volkswagen (VLKAF) setelah keluarga Porsche dan negara bagian Jerman di Lower Saxony. Perusahaan itu memiliki US$ 9 miliar saham di produsen mobil tersebut.

Di samping itu juga ada 13% saham Tiffany Co (TIF) senilai $ 1,4 miliar. Perusahaan ini juga memiliki 9% saham Glencore dan 21% saham Siemens (SIEGY).

Qatar mendapat ganjaran 6% saham di Barclays setelah berhasil menyelamatkannya selama krisis keuangan global. Perusahaan ini memiliki 8% Credit Suisse (CS). (mkj/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads