"Pengembangan infrastuktur PUPR di KSPN Morotai diperlukan untuk dapat meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara," ujar Kepala BPIW Kementerian PUPR, Rido Matari Ichwan, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (6/6/2017).
Rido didampingi jajarannya saat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Morotai, Provinsi Maluku Utara, beberapa hari lalu. Dalam rombongan kunker ini hadir juga Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian PUPR, Danis Sumadilaga beserta jajarannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, saat terwujud pertumbuhan kunjungan wisatawan ke destinasi wisata di Morotai, diharapkan dapat mendukung tercapainya target pariwisata nasional. Targetnya yakni 20 juta turis asing di 2019.
Dalam mendukung pengembangan KSPN Morotai, ungkap Rido, BPIW telah menyusun Master Plan dan Development Plan (MPDP) yang memuat program 10 tahunan, 5 tahunan. Kemudian program itu didetailkan ke dalam program jangka pendek dan tahunan.
"Untuk selanjutnya perlu dilakukan pembangunan fisik oleh unit organisasi teknis di Kementerian PUPR," ungkapnya.
Lebih lanjut, Rido memaparkan, saat ini terdapat 13 Daya Tarik Wisata (DTW) di KSPN Morotai. "Adapun DTW utama, antara lain Pulau Dodola sebagai DTW unggulan, Batu Kopi dan Tanjung Dehegila," katanya.
Ia menambahkan, ketiga DTW tersebut saat ini telah ditunjang fasilitas akomodasi dan pariwisata. Namun fasilitas yang ada perlu ditingkatkan lagi agar kunjungan turut meningkat.
Di samping itu, Rido juga menilai, untuk percepatan pengembangan KSPN Morotai ada beberapa program pengembangan infrastruktur PUPR yang digulirkan, antara lain pemeliharaan dan pengembangan Bendung Aha di Kecamatan Morotai Selatan.
Kemudian, pengembangan dan pengelolaan Cekungan Air Tanah (CAT) Daruba-Berebere di Kecamatan Morotai Jaya, Kecamatan Morotai Utara, Kecamatan Morotai Timur, Kecamatan Morotai Selatan, Kecamatan Morotai Selatan Barat di Kabupaten Pulau Morotai.
Rido juga mengatakan, untuk jaringan jalan yakni pengembangan jalan primer Daruba-Daeo-Berebere.
"Program ini merupakan program prioritas juga guna meningkatkan akses transportasi menuju kawasan wisata Pulau Morotai," terangnya.
Di samping itu ada juga pengembangan jalan strategis nasional Berebere-Sopi-Wayabula-Daruba. Program tersebut merupakan program peningkatan aksesibilitas jalan yang sempat terputus akibat banjir.
Lebih lanjut Rido mengatakan, ada juga pembangunan drainase lingkungan, penyediaan sarana dan prasarana pengelolaan sampah. "Untuk hunian, ada seperti Rusunawa di KEK Morotai serta pembangunan rumah khusus nelayan," terangnya.
Sementara itu, Danis Sumadilaga mengatakan, Balitbang Kementerian PUPR mendukung program KSPN dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dengan memberikan bantuan teknologi yang dikemas Litbang untuk pengembangan Morotai sebagai KSPN dan KEK.
"Teknologi tersebut seperti pengelohan air limbah, sampah dan infrastruktur terkait lainnya," papar Danis.
Di tempat sama, Bupati Morotai, Benny Laos menyatakan, Morotai sebagai salah satu KSPN perlu dikembangkan dan dimajukan dari sisi heritage. Sebab, sejarah penting yang terjadi saat masa perang dunia II di Pulau Moratai yakni heritagenya.
"Bukan dari sisi keindahan alam pantainya. Karena itu diharapkan tekanan pengembangan destinasi lebih untuk pembangunan heritage," ujar Benny.
(nwy/ega)











































