Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 07 Jun 2017 11:08 WIB

Laporan dari New York

Seruan Susi di Forum PBB: Berantas Habis Maling Ikan!

Wahyu Daniel - detikFinance
Foto: Wahyu Daniel Foto: Wahyu Daniel
New York - Menghadiri Konferensi Kelautan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau UN Ocean Conference, Menteri Kelautan, Susi Pudjiastuti menyerukan perlawanan terhadap pencurian ikan atau Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing. Susi ingin menjadikan IUU Fishing bagian dari Transnational Organized Crime.

Hal ini disampaikan Susi dalam side event program di Konferensi Kelautan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di kantor pusat PBB, New York, Selasa (6/6/2017).

"Melindungi laut itu penting, karena 70% dari planet bumi itu adalah laut. Kita harus berani dan galak," ujar Susi dalam forum bertema Transnational Organizes Crime in Fisheries Industry.

Seruan Susi di Forum PBB: Berantas Habis Maling Ikan!Seruan Susi di Forum PBB: Berantas Habis Maling Ikan! Foto: Wahyu Daniel


Susi ingin agar banyak pihak yang sadar akan bahayanya IUU Fishing atau pencurian ikan. Dia mengatakan soal turunnya jumlah rumah tangga nelayan di Indonesia dari 1,5 juta menjadi 800 ribu orang karena pencurian ikan yang terjadi. Kemudian 115 perusahaan eksportir ikan hilang akibat pasokan ikan yang berkurang karena IUU Fishing tadi.

Susi menjelaskan kenapa IUU Fishing harus masuk dalam Transnational Organizes Crime. Karena kapal yang melakukan pencurian ikan biasanya juga melakukan penyelundupan obat-obatan terlarang, senjata, dan human trafficking seperti temuan pada kapal Benjina di Indonesia.

Tak hanya itu, Susi juga mengatakan, IUU Fishing membuat sejumlah hewan laut menjadi langka atau terancam punah. "IUU Fishing dan penyelundupan merusak ekonomi," kata Susi di depan sejumlah peserta yang hadir dari berbagai negara.

Dalam forum tersebut, Susi memaparkan dampak dari pemberantasan IUU Fishing dalam 2,5 tahun dia menjabat sebagai menteri. Beberapa dampak positifnya antara lain meningkatnya kesejahteraan nelayan kecil, karena pasokan ikan bertambah banyak. Konsumsi ikan masyarakat juga bertambah.

Pernyataan Susi soal memasukkan IUU Fishing dalam kategori Transnational Organized Crime didukung oleh Peter Thomson, selaku President of The 71st UN General Assembly. Peter mengatakan, banyak kejahatan dalam industri perikanan.

"Konsumen juga harus sadar apakah ikan yang dimakan ditangkap dengan benar," kata Peter pada kesempatan yang sama.

Peter mengatakan, bisnis IUU Fishing bernilai US$ 23 miliar per tahun. Kemudian, praktik IUU Fishing memicu terjadinya kejahatan lainnya, seperti penyelundupan, suap, pencucian uang, dan lain-lain. Dan kerja sama internasional menjadi kunci dalam pemberantasan IUU Fishing.

Ada peserta forum yang bertanya kepada Susi, bagaimana dia memberantas IUU Fishing dan mengamankan laut Indonesia yang luas. "Kami menggunakan cara meledakkan dan menenggelamkan kapal pencuri. Biar memberikan efek jera," tegas Susi. (dnl/mkj)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com