3 Investor Siapkan Rp 14,1 T Bangun Hotel di KEK Tanjung Kelayang

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 07 Jun 2017 11:48 WIB
Foto: Hendra Kusuma
Jakarta - Pemerintah terus mempercepat proses pengoperasian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang telah memperoleh penetapan. Seperti yang saat ini terjadi kesepakatan kerjasama investasi di KEK Tanjung Kelayang yang berlokasi di Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung.

Terdapat 3 investor asing yang sudah berkomitmen berinvestasi dengan membangun hotel dan resort. Tiga investor tersebut adalah Sheraton, Sofitel dan China Harbour, total investasi dari 3 investor tersebut kurang lebih Rp 14,1 triliun. Pengelola KEK Tanjung Kelayang dipegang oleh Belitung Maritime yang merupakan perusahaan konsorsium dengan anggota PT Belitung Pantai Intang (Belpi), PT Nusa Kukila, dan PT Tanjung Kasuarina.

Turut hadir Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman, dan Bupati Belitung Sahani Saleh yang sekaligus menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) investasi untuk KEK Tanjung Kelayang.

"Pertama tentu ucapkan selamat kepada pengelola KEK Tanjung Kelayang, dan juga kepada 3 investor yang 1 China Harbour yang investasi pengembangan KEK, kemudian 2 investor masing-masing yang akan bangun sofitel dan sheraton," kata Darmin usai acara penandatangan investasi KEK Tanjung Kelayang di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (7/6/2017).

Kesepahaman pertama dilakukan antara PT Belitung Pantai Intan dengan China Harbour Engineering Company, yang akan melakukan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Kelayang dengan perkiraan nilai investasi sebesar US$ 1 miliar atau setara Rp 13,3 triliun (kurs Rp 13.300).

Nota kesepahaman kedua dilakukan antara PT Hypatia Karya Pratama dengan PT Accor Asia Pacific. PT Accor Asia Pacilic Corporation Indonesia bermaksud membangun Sofitel Hotel and Resort di KEK Tanjung Lesung dengan rencana investasi sebesar Rp 400 miliar.

Adapun ketiga, kesepahaman investasi dilakukan antara PT Setra Gita Nusantara dengan Starwood Asia Pacific Hotels and Resorts. Starwood Asia Pacific Hotels and Resorts akan membangun Sheraton Hotel di kawasan dengan rencana investasi sebesar Rp 418 miliar.

"Hari ini, sudah saksikan tandatangan MoU, saya tahu sofitel beroperasi akhir tahun depan, saya kira itu yang kita harapkan bahwa MoU ditandatangani segera ditindaklanjuti dengan pelaksanaannya sendiri," jelasnya.

Menurut Darmin, pemerintah daerah harus segera menindaklanjuti dengan menyiapkan fasilitas perizinan yang nantinya dibutuhkan oleh para investor.

"Pak Gubernur bilang sudah dibentuk administratornya, jadi sudah ada administratornya itu sudah bisa diproses perizinan yang diperlukan investor di kawasan itu sendiri," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman memastikan, adanya komitmen investasi di KEK Tanjung Kalayang memberikan harapan dalam memajukan sektor pariwisata di Bangka Belitung.

"Karena yang di tandatangani dan disepakati ini akan dipersembahkan dan dipergunakan bersama mewujudkan kota wisata yang indah di Belitung," kata Erzaldi.

Erzaldi memastikan, kehadiran Menko Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perhubungan Budi Karya, dan Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menjamin bahwa pengembangan infrastruktur penunjang KEK Tanjung Kelayang bisa dilakukan dengan cepat.

"Kehadiran Pak Menko ini dapat membuktikan kepada pelaku usaha agar tidak lagi ada keraguan bagi dunia usaha sebagaimana keberadaan KEK di Belitung nantinya akan di-suport pemerintah pusat," tukasnya.

KEK Tanjung Kelayang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah No. 6 Tahun 2016, pada 15 Maret 2016, dengan luas 324,4 ha. Konsorsium Belitung Maritime menjelaskan bawa Kawasan Tanjung Kelayang akan dibangun secara bertahap, dengan dilandasi oleh konsep 'heritage'. (mkj/mkj)