Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 07 Jun 2017 12:42 WIB

AP II Siapkan Rp 300 M Bangun Bandara Internasional di Belitung

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Nur Khafifah Foto: Nur Khafifah
Jakarta - Sebagai bentuk dukungan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang di Bangka Belitung, pemerintah akan mengembangkan beberapa infrastruktur penunjang KEK di sektor pariwisata ini.

Salah satu infrastruktur yang dikembangkan adalah bandara, di mana pemerintah akan menjadikan Bandara Hanandjoeddin sebagai bandara internasional.

Saat ini, status bandara tersebut masih dioperasikan oleh Kementerian Perhubungan atau bandara UPT. Dalam pengembangannya, pemerintah akan bekerjasama dengan PT Angkasa Pura II untuk menjadikan Bandara Hanandjoeddin sebagai bandara internasional.

"Belitung sudah disiapkan tapi status kepemilikannya bandara UPT Kemenhub, mudah-mudahan nanti proses segera ditetapkan, setelah ditetapkan sesuai Peraturan menteri keuangan UPT Kemenhub yang sudah status sudah bisa bekerjasama dengan BUMN, BUMD, tentu prioritas ke BUMN, dalam hal ini AP II, kami sudah siap jadi koordinasi sudah di lead oleh Dirjen Perhubungan Udara, di supervisi oleh Menhub, sekarang ditataran teknis untuk proses kerjasamanya sendiri," kata Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (7/6/2017).

Awaluddin mengaku, PT Angkasa Pura II (AP II) telah menyiapkan dana sekitar Rp 300 miliar untuk mengembangkan Bandara Hanandjoeddin sebagai bandara internasional.

Dari dana tersebut, akan dilakukan pengembangan pada terminal, avron, dan juga taxi way. Dana investasi Rp 300 miliar ini juga sudah masuk dalam capex AP II di tahun keuangan 2017.

"Kalau runway masih pertahankan yang eksisting, kalau terminal harus dikembangkan karena sekarang sudah tidak memadai," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan, kapasitas Bandara Hananjoeddin Belitung akan mencapai sekitra 3 juta penumpang dalam satu tahun.

Dia menyebutkan, saat ini ada 13 penerbangan yang beroperasi ke Bandara Hanandjoeddin Tanjung Pandan Belitung dengan rata-rata penumpang sekitar 800 ribu dalam satu tahun. "Targetnya mestinya 3 juta ya," kata Budi.

Menurut Budi, pemilihan Bandara Hananjoeddin untuk dikembangkan sebagai bandara internasional lebih dikarenakan potensi pariwisata alamnya yang sudah terbentuk.

"Yang Tanjung Pandan Internasional karena potensi wisatanya bagus. Investornya, jadi dua bandara satu di Bangka, satu di Belitung dua-duanya AP II," tukas Budi. (mkj/mkj)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed