Seperti diketahui, mudik menjadi tradisi masyarakat Indonesia, khususnya pada hari raya Lebaran. Banyaknya arus lalu lintas baik di udara, darat maupun laut secara bersamaan menjadi kewajiban dan tanggung jawab pemerintah untuk memastikan penyelenggaraan mudik bisa berjalan lancar.
Dalam rapat kali ini, pemerintah dihadiri oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, Kepala BMKG, Basarnas, dan juga perwakilan Polantas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rapat dimulai sekitar jam 10.30 WIB, setelah kuota forum ditandatangani oleh 6 fraksi.
"Daftar hadir rapat sudah di tandatangani oleh enam fraksi. Sambil kita menunggu anggota, kita lanjutkan rapat ini dan rapat hari ini kita nyatakan terbuka," kata Ketua Komisi V DPR RI, Fary Djemi Francis membuka rapat di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (8/6/2017).
Berdasarkan pengalaman kemacetan di Brebes timur yang menjadi salah satu kemacetan terparah pada mudik sebelum-sebelumnya, rapat hari ini akan fokus mendengarkan terobosan-terobosan dalam memecahkan masalah-masalah sebelumnya dalam mempersiapkan mudik Lebaran tahun ini.
Beberapa fokus tersebut di antaranya mengatasi kemacetan, paradigma safety first yang dinomor duakan, masalah keandalan transportasi publik, pelanggaran tarif batas atas operator transportasi umum, kepadatan bandara yang kerap menyebabkan delay, hingga masih banyaknya masyarakat yang menggunakan kendaraan roda dua yang rentan terhadap keselamatan pemudik di perjalanan.
"Beberapa persoalan-persoalan seperti ini yang sering mengemuka, kita harapkan dapat didengar terobosan-terobosan dari pemerintah untuk mengatasi hal tersebut," tandas Fary. (dna/dna)











































