Jangan Cuma Sidak, Pemerintah Perlu Intervensi Distribusi Pangan

Jangan Cuma Sidak, Pemerintah Perlu Intervensi Distribusi Pangan

Citra Fitri Mardiana - detikFinance
Jumat, 09 Jun 2017 19:32 WIB
Jangan Cuma Sidak, Pemerintah Perlu Intervensi Distribusi Pangan
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Pemerintah sempat menggelar sidak ke pasar-pasar sebelum maupun setelah memasuki Ramadan. Tapi, sidak justru belum membuahkan hasil.

Harga bahan pangan justru tinggi hingga pekan kedua Ramadan. Bahkan, menurut Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), harga acuan bahan pangan yang telah ditetapkan lewat Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 27/MDAG/PER/5/2017, tak digubris pedagang pasar.

Mereka menjual beberapa bahan pangan, seperti beras, gula, dan daging beku, di atas harga eceran tertinggi. Merespons kondisi, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Enny Sri Hartati, menyarankan pemerintah agar tak banyak sidak, melainkan mengintervensi rantai distribusi bahan pangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Sebab, selama ini masih dikuasai sejumlah pedagang besar.

"Mengintervensi untuk menyehatkan struktur pasar dengan cara penguasa pasokan (pedagang besar) tidak dibiarkan cenderung menguasai pasar," ujar Enny kepada detikFinance, Jumat (09/06/2017).

Menurut Enny intervensi itu perlu dilakukan karena masalah rantai distribusi bahan pangan bisa menjadi pemicu lonjakan harga. Semakin panjang rantai pasokan akan makin membuka peluang aksi spekulan memainkan harga.


Di sisi lain, sebanyak apapun sidak tidak akan membuahkan hasil apabila intervensi kepada penguasa pasokan (pedagang besar) tidak dilakukan.

"Karena kalau demand dan supply (permintaan dan penawaran) tidak tersentuh intervensi pemerintah ya memang tidak akan menyelesaikan masalah," tutur Enny. (hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads