Adapun kondisi jalur fungsional yang dilalui, dapat dilintasi kendaraan dua lajur dengan satu arah untuk arus mudik dan balik Lebaran. Dengan kecepatan rencana 40 km/jam, kondisi jalan yang dilalui adalah perkerasan jalan timbunan dan juga lean concrete berupa struktur beton setebal 10 cm.
Jalan tol fungsional juga akan disertai pengamanan penuh, dukungan pencahayaan yang cukup, rambu-rambu dan perbaikan akses keluar menuju jalan arteri kabupaten.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi nanti totalnya Trans Jawa yang akan difungsikan ada sekitar 337 km. Ini tambahan untuk satu tahun ini yang bisa difungsikan untuk mudik. Semua peralatan, perbaikan, akan dihentikan pada H-10 pada jam 00.00 WIB," kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono saat rapat kerja dengan Komisi V DPR, Kamis lalu (8/6).
Ruas yang fungsional tersebut diharapkan mampu memecah kemacetan pada 4 titik rawan di Jawa Tengah, yaitu di Tegal, Pemalang, Pekalongan, dan Batang.
Foto: Dina Rayanti-detikFinance |
"Jadi kalau mau ke Semarang, bisa menghindari kota-kota itu," ucapnya.
Rencananya, dari pintu keluar Batang akan disiapkan enam akses keluar terbagi yakni dua ke arah Utara dan empat ke Selatan, seperti Slawi dan Purwokerto. Kemudian jalan tol ini juga akan dilengkapi dengan enam rest area dengan seluruh fasilitasnya. Sementara untuk stasiun pompa bensin akan dikordinasikan dengan Pertamina.
Foto: Tol Batang-Gringsing yang masih fungsional alias darurat (Rivki/detikcom) |
"Pertamina juga sudah siapkan bbm baik yang mobile maupun eceran. Basarnas sudah siapkan heli di Weleri yang bisa moving sampai ke Cirebon. Cirebon ke sini akan dicover di Cikopo. Basarnas akan terlibat lebih intensif," tukas Basuki. (mca/mca)












































Foto: Dina Rayanti-detikFinance
Foto: Tol Batang-Gringsing yang masih fungsional alias darurat (Rivki/detikcom)