Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 10 Jun 2017 17:33 WIB

Jokowi: Kita Ingin Genjot Investasi dari Negara-negara Muslim

Ray Jordan - detikFinance
Foto: Biro Pers - Setpres Foto: Biro Pers - Setpres
Ciamis - Dalam kunjungannya ke Pondok Pesantren Darussalam di Ciamis, Jawa Barat, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan keinginannya menggenjot investasi dari negara-negara Muslim.

Saat ini investasi asing lebih banyak berasal dari negara-negara maju seperti Amerika Serikat (AS), Singapura, Jepang. Jokowi ingin ada keseimbangan, Indonesia tak boleh terlalu bergantung pada negara tertentu.

"Kita sebenarnya ingin negara kita itu investasinya dari negara-negara Muslim. Saya sudah bertemu dengan Raja Salman, sebentar lagi Bahrain dan Oman. Supaya ada keseimbangan. Sekarang yang banyak dari AS, Singapura, Jepang, dan lain-lain," kata Jokowi di Ciamis, Sabtu (10/6/2017).

Ia menuturkan, dirinya pernah bertanya pada seorang pejabat Qatar, mengapa negara kaya di Timur Tengah itu lebih suka investasi di AS atau Eropa, bukan ke Indonesia. Alasannya ternyata karena Presiden Indonesia tidak pernah menyambanginya.

Jokowi ingin menarik investasi dari negara-negara Muslim lewat pendekatan personal, mendatangi langsung.

"Saya sampaikan ke Syeikh Mohammed, kenapa sih Bapak kok kalau investasi enggak pernah di Indonesia? Pasti ke AS atau Eropa. Tahu enggak dia jawabnya apa? Ya Wong Indonesia enggak pernah datang ke saya. Presidennya enggak pernah datang ke saya, jadi saya engak tahu keinginannya apa. Hubungan pribadi itulah yang kami jalin," ucap Jokowi.

"Sekarang saya bisa telepon ke Raja Salman, Syeikh Mohammed, Erdogan. Kalau hubungan sudah pribadi, akan mudah ngomongnya. Pasti blak-blakan. Saya dengan Raja Salman sudah blak-blakan. Kalau sudah seperti itu gampang. Investasi akan datang ke negara kita. Dengan investasi itulah akan datang lapangan kerja banyak sekali," tutupnya. (mca/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com