Follow detikFinance
Minggu 11 Jun 2017, 22:40 WIB

Layani Mudik, 4 Flyover di Brebes Bisa Operasi H-10

Raras Prawitaningrum - detikFinance
Layani Mudik, 4 Flyover di Brebes Bisa Operasi H-10 Foto: Dok Kementerian PUPR
Brebes - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan empat flyover perlintasan kereta di Kabupaten Tegal dan Brebes, Jawa Tengah dapat dibuka dan dilalui pemudik.

Keempat flyover tersebut sudah bisa mulai beroperasi pada 15 Juni 2017 atau H-10 demi memperlancar arus mudik Lebaran 2017.

Antara lain Flyover Klonengan, Dermoleng, Kretek, dan Kesambi yang berada pada ruas jalan Tegal – Purwokerto. Ruas jalan ini biasanya menjadi jalur kendaraan dari Pantura menuju lintas tengah dan selatan Jawa.

Pada hari biasa, waktu yang dibutuhkan dari Pejagan melewati empat perlintasan kereta sejauh 60 km yakni sekitar 4 jam. Namun saat mudik Lebaran bisa ditempuh hingga 14-16 jam. Diharapkan keempat flyover ini bisa membuat kondisi lalu lintas dapat ditempuh sekitar 5-6 jam.

"Semua H-10 pada tanggal 15 atau 16 Juni sudah bisa dipakai, open traffic untuk arus mudik. Khusus Flyover Klonengan sudah sampai tahap penyelesaian untuk dapat beroperasi penuh," ujar Basuki dalam keterangan tertulisnya, Minggu (11/6/2017).

Total panjang keempat flyover mencapai 2,8 km dengan anggaran pembangunan sebesar Rp 350 miliar, di mana biaya konstruksi sebesar Rp 316 miliar dan sisanya kontrak supervisi.

Basuki mengungkapkan, percepatan pembangunan flyover perlintasan kereta api tersebut didukung oleh penggunaan teknologi Corrugated Mortar Busa Pusjatan (CMP). CMP merupakan pengembangan dari teknologi Corrugated Steel Arch oleh Pusat Litbang Jalan dan Jembatan Balitbang Kementerian PUPR.

Teknologi CMP bisa menghemat biaya hingga 70% dan dapat menghemat waktu pengerjaan hingga 50%. Selain itu, CMP juga ramah lingkungan karena menggunakan lebih sedikit material konstruksi.

"Teknologi yang kita gunakan sama dengan saat membangun di Jembatan Antapani, sehingga penyelesaiannya Flyover Klonengan ini bisa diselesaikan sampai saat ini dengan waktu pengerjaan sekitar 5 bulan," paparnya.

Pekerjaan pembangunan flyover tersebut dilakukan maraton selama 24 jam. Untuk pembangunan Flyover Dermoleng sepanjang 500 meter, ditangani oleh kontraktor PT Adhi Karya (Persero) Tbk-CDI KSO dengan nilai kontrak Rp 64 miliar.

Sedangkan untuk Flyover Klonengan sepanjang 1.050 meter, ditangani oleh kontraktor PT Hutama Karya dengan nilai kontrak mencapai Rp 112 miliar.
Untuk Flyover Kesambi dengan panjang 470 meter, ditangani oleh PT Brantas Abipraya dengan nilai kontrak Rp 58 miliar.

Lalu Flyover Kretek dengan panjang 700 meter, ditangani oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk dengan nilai kontrak Rp 82 miliar.

Menurut Basuki, pembangunan flyover tersebut sangat penting untuk membantu mengurangi kemacetan saat arus mudik akibat penutupan jalan ketika kereta api melintas.

Setiap harinya terdapat 70 kali perlintasan kereta api. Setiap kereta melintas memakan waktu 4 menit atau per harinya mencapai 4-5 jam untuk penutupan jalan. Ketika arus mudik, terjadi peningkatan perlintasan kereta api menjadi sekitar 92 kali perhari atau berkisar 6 jam pemberhentian dalam sehari.

Basuki juga melakukan peninjauan kesiapan Jalur Mudik Lebaran 2017 bersama Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Danis H Sumadilaga, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Herry TZ, Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani.

Turut hadir pula Direktur Preservasi Jalan Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian, Kepala Pusjatan Deded Permadi, Kepala BBPJN VII Herry Marjuki, Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja dan Tim Kantor Staf Presiden.

Kesiapan Jalur Pantura

Sebelum meninjau keempat flyover tersebut, Menteri Basuki bersama rombongan menempuh Jalan Nasional Pantai Utara (Pantura). Perjalanan ditempuh dengan lancar tanpa kendala karena telah dilakukan perbaikan jalan melalui program Sapu Lubang Jalan oleh Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR.

Tim baru mengalami kemacetan saat memasuki Pasar Tegalgubug di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat yang bersinggungan langsung dengan jalur utama mudik. Rencananya Pasar Tegalgubug akan ditutup pada H-4 Lebaran.

"Kami sudah kordinasikan dengan Kepala Korps Polisi Lalu Lintas Irjen Royke Lumowa dan pasar tradisional ini H-4 akan ditutup, jadi diharapkan tidak menimbulkan kemacetan pada saat arus mudik," jelas Basuki.

Peninjauan ini membuktikan kemacetan yang terjadi di sekitar pasar tersebut mengular hingga 3 km. Basuki berharap para pedagang mau peduli dan sukarela untuk menutup dagangannya selama masa yang ditentukan demi memperlancar arus mudik di Jalur Pantura. (ega/dna)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed