detikFinance berkesempatan untuk menjajal ruas Tol Batang-Semarang. Adapun kondisi jalur yang masih fungsional ini hanya dapat dilintasi kendaraan dengan satu arah, baik arus mudik atau balik lebaran.
Dengan kondisi jalan yang masih berupa perkerasan jalan timbunan serta lean concrete atau beton tipis. Pemudik diminta untuk berhati-hati dan tidak memacu kendaraannya berlebih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pantauan selama perjalanan diakui memang masih jauh dari sempurna, beberapa titik jalan masih terasa kasar dan bergelombang. Debu dan masih minimnya rambu atau marka jalan juga cukup menyulitkan pemudik.
Guna mengatasi itu, pihak Jasa Marga akan segera memasang spot light kit dan rambu-rambu jalan.
"Arahan Kakorlantas agar aman untuk berkendara malam akan dipasang spot light baik di atas dan tengah jalan. Sehingga kendaraan seperti sedan atau jenis SUV bisa lihat," sambungnya.
Tol dengan panjang jalan 75 km ini baru bisa difungsionalkan sejauh 34,5 km dengan progres pembangunan fisik 24,95 persen itu sudah memiliki empat spot rest area sementara yang bisa digunakan pemudik. Toilet dan tenda peristirahatan siap menampung pemudik.
"Ada empat rest area yang tersebar di daerah Juragan, Gondang, Ketanggan dan Plelen. Di sana toilet portable dan mushola akan kami siapkan. Nanti kita akan tambahkan pula pos kesehatan, BBM mobile sedang kita usahakan," jelasnya.
"Untuk ketersediaan BBM, pihak Pertamina sudah cek lapangan dan mereka akan menyiapkan mobile. Kondisional pakai drum atau sachet kemasan 1,2 liter," sambungnya.
Meski masih banyak kekurangan namun dengan difungsikan jalur tol Batang-Semarang diharapkan dapat menjadi jalur alternatif bagi pemudik. (adf/dna)











































