Follow detikFinance
Senin 12 Jun 2017, 12:47 WIB

Menkeu Qatar: Jika Kita Kehilangan US$ 1, Saudi Cs Juga Sama

Maikel Jefriando - detikFinance
Menkeu Qatar: Jika Kita Kehilangan US$ 1, Saudi Cs Juga Sama Foto: Instagram
Jakarta - Pemerintah Qatar menampik pandangan terhadap negaranya kalah oleh panasnya situasi di Timur Tengah. Setelah Arab Saudi dan beberapa negara lainnya secara beruntun memutuskan rantai diplomasi.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Keuangan Qatar Ali Shareef Al Emadi seperti dilansir dari CNBC.com, Senin (12/6/2017). Al Emadi menegaskan bahwa Qatar tak akan menjadi satu-satunya pecundang dalam pertengkaran tersebut.

"Banyak orang mengira kita satu-satunya yang kalah dalam hal ini. Jika kita akan kehilangan satu dolar, mereka juga akan kehilangan satu dolar," katanya mengacu pada negara-negara kawasan Teluk.

Pemerintah Qatar sebenarnya cukup menyayangkan, munculnya keretakan politik. Hal ini berdampak serius, karena akan membuat masyarakat menjadi tidak nyaman.

"Keluarga terganggu di negara-negara ini," imbuhnya.

Arab Saudi, Bahrain dan Mesir termasuk di antara pemerintah Arab terkemuka yang memutuskan hubungan dengan Doha pekan lalu. Qatar diangap mendukung pendanaan terorisme, meskipun berulang kali hal tersebut dibantah.

Sekarang Qatar terancam krisis pangan. Meksipun sebagai salah satu negara terkaya, Qatar selama ini sangat bergantung terhadap makanan impor untuk memenuhi kebutuhan 2,5 juta penduduk. Kepanikan di supermarket sudah mulai terjadi sejak pekan lalu.

Hal itu dibantah oleh Al Emadi. Ia memastikan, makanan impor berasal dari Brasil dan Australia. Masih ada peluang impor dari Turki dan negara-negara Eropa serta kawasan Timur lainnya.

"Kami akan memastikan bahwa kami lebih terdiversifikasi daripada sebelumnya," pungkasnya. (mkj/ang)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed