Sri Mulyani: Permainan Harga Pangan Adalah Kejahatan yang Tinggi

Sri Mulyani: Permainan Harga Pangan Adalah Kejahatan yang Tinggi

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 12 Jun 2017 15:28 WIB
Sri Mulyani: Permainan Harga Pangan Adalah Kejahatan yang Tinggi
Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, heran atas lonjakan harga yang sering kali muncul saat Ramadan dan menjelang Lebaran. Sangat berbeda dibandingkan negara-negara lain.

"Di negara lain, Kita katakan dari mulai saya sekolah dulu kerja lagi harga telur masih sama, harga apel meski ada musim dingin harga enggak tiba tiba naik. Di Indonesia ada Ramadan harga tiba tiba naik ya dan segala macam," ujarnya, dalam acara peluncuran Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), di Gedung BI, Jakarta, Senin (12/6/2017).

Sri Mulyani merasa ada praktik yang tidak benar di Indonesia, terutama dalam rantai perdagangan. Bersama KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) dan Kemendag kami memerangi praktik-praktik yang tidak sehat, ini semuanya dikeluarkan untuk menciptakan mekanisme harga yang adil," ujar dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sri Mulyani menjelaskan, aturan harga bukan berarti melarang pedagang menaikkan harga dan menjadi rugi. Namun semata-mata untuk menjaga kestabilan harga.

"Bukan berarti tidak boleh naikkin harga dan dia akan rugi tapi kita tau ini anomali harga," ujarnya.

Kenaikan harga akan memiliki dampak yang sangat luas, meskipun bila dilihat dari satu komoditas harganya naik Rp 1.000. Sri Mulyani menyebutkan permainan harga oleh sekelompok pihak adalah jenis kejahatan yang tinggi.

"Enggak hanya pembeli. Dia naikkan inflasi dia seret hampir semua upah naik, distorsi. Enggak hanya buat orang keuntungan besar dan buat orang rugi tapi semua pengaruh ke ekonomi. Itu adalah kejahatan yang tinggi," tandasnya. (mkj/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads