Follow detikFinance
Selasa 13 Jun 2017, 11:05 WIB

Mengapa Direksi BUMN Rawan Kena Kasus Hukum?

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Mengapa Direksi BUMN Rawan Kena Kasus Hukum? Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Beberapa direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersandung kasus hukum. Masih segar di ingatan Firmansyah Arifin, yang saat itu menjabat Direktur Utama PT PAL (Persero), terkena operasi tangkap tangan (OTT) KPK terkait pengadaan kapal ke Filipina.

Beberapa hari lalu, Direktur Utama PT Garam (Persero) Achmad Budiono juga ditahan di Bareskrim Polri karena dugaan menyalahgunakan izin importasi garam.

Menurut Pengamat BUMN seklaigus mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, kasus ini umumnya terjadi karena adanya intervensi baik dari luar maupun dalam BUMN terkait.

"Intervensi dalam berbagai bentuk, utama adalah memang ada pihak lain dari luar yang ingin mencari keuntungan ke dalam biasanya orang-orang dekat kekuasaan, itu yang pertama. Kedua adalah orang dalam yang ingin mempertahankan kekuasaannya sehingga melayani permintaan," kata Said saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Selasa (13/6/2017).

Said mencontohkan, pihak luar ingin terlibat dalam proyek pengadaan barang atau jasa. Kedua, dari dalam BUMN yang ingin mempertahankan posisi strategisnya dan ketiga, rendahnya integritas direksi BUMN dalam menjalankan amanatnya sehingga teraandung kasus hukum.

"Bentuknya adalah pihak luar ingin bertindak sebagai makelar, orang dekat kekuasaan biasanya, itu bentuk pertama. Kedua adalah orang dalam yang ingin mempertahankan kekuasaan mencari orang dekat kekuasaan untuk memberikan sesuatu. Nah ketiga adalah orang dalam yang karena keterpaksaan dan memang integritasnya rendah menjadi alat untuk mencarikan uang kepada pihak-pihak tertentu," kata Said.

Mengenai kasus yang terjadi di PT PAL (Persero), Said mengatakan bahwa direksi yang tertangkap tangan KPK merupakan orang yang dikenalnya baik. Ia meyakini bahwa ada tekanan dari pihak luar sehingga direksi PT PAL (Persero) tersandung kasus hukum.

"Saya enggak tahu yang terjadi di PT Garam seperti apa, tapi yang di PT PAL karena saya tahu betul dua-duanya dirut dan dirkeu menurut saya orang lurus saya punya keyakinan bahwa ada beban tekanan luar untuk agar sesuatu dari PT PAL maka dia mencari dari tempat lain," kata Said. (ang/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed