Dihadiri 189 Negara, Begini Persiapan Acara IMF-Bank Dunia di Bali

Dihadiri 189 Negara, Begini Persiapan Acara IMF-Bank Dunia di Bali

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 13 Jun 2017 12:05 WIB
Dihadiri 189 Negara, Begini Persiapan Acara IMF-Bank Dunia di Bali
Foto: Sylke Febrina Laucereno
Jakarta - Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertemuan tahunan dana moneter internasional dan bank dunia tahun 2018 (IMF-World Bank Annual Meetings 2018) di Nusa Dua-Bali, pada 8 – 14 Oktober 2018.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan akan membahas 3.000 topik mulai dari Indonesian Development, Indonesian Economy/Finance, Indonesian Diversity dan Indonesian Potensial.

"Akan ada banyak CEO, bankers yang ada di situ, Indonesia akan memanfaatkan peluang untuk menarik banyak foreign direct investment (FDI), kami juga akan mengatur dari sisi pariwisata, peserta diperbolehkan bawa keluarga, setelah sidang bisa berwisata," kata Luhut dalam konferensi pers di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (13/6/2017)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menyebutkan, untuk mendukung ini maka pembangungan untuk infrastruktur akan dipercepat, sehingga persiapan berjalan dengan baik. Luhut mengatakan, persiapan sudah cukup baik dan hampir sempurna untuk melengkapi programnya.

"Minggu depan, konsep 95% sudah lengkap dan sesuai time table, semua dikoordinasikan dengan baik," ujarnya.

Pertemuan ini akan mendiskusikan perkembangan ekonomi dan keuangan global serta rekomendasi kebijakan IMF-WB ke depan. Acara ini akan diikuti oleh Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan dari 189 negara anggota IMF-WB, pimpinan dan staf IMF-WB, pelaku utama sektor keuangan, akademisi, CSO/NGO, pers dan observer yang diperkirakan mencapai 15.000-17.000 orang.

Luhut mengungkapkan, beberapa hotel sudah mulai dipesan oleh perwakilan berbagai negara. Salah satunya Hotel Mulia di Bali yang sudah dipesan oleh Bank of America sekitar 200 kamar. "Mereka sudah menyiapkan semuanya, untuk acara ini, biayanya sekitar US$ 1000," terangnya.

Pertemuan tahunan ini bertujuan untuk memanfaatkan kehadiran para pelaku utama sektor keuangan dan ekonomi guna mempromosikan perekonomian Indonesia. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk pameran dagang, pameran produk dalam negeri, promosi wisata, pameran infrastruktur, forum investasi dan pameran ekonomi kreatif, digital economy, ekonomi syariah, financial technology.

Anggaran dan Infrastruktur

Anggaran untuk pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia di Nusa Dua Bali akan dikoordininir dari semua Kementerian/Lembaga termasuk daerah dan Bank Indonesia (BI). Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, anggaran ini untuk menginventarisir seluruh K/L dari mulai kebutuhan infrastruktur hingga Negara yang ingin berpartisipasi.

"Memang ada bagian yang sifatnya logistical seperti airport, jalan, jembatan atau venue hotel, juga butuhkan persiapan," kata Sri Mulyani dalam kesempatan yang sama

Dia menjelaskan hingga saat ini, Kementerian Keuangan belum mendapatkan total kebutuhan anggaran. Karena masih diberikan waktu kepada K/L hingga akhir juni. "Baik dari sisi main event nya yang akan ditanggung oleh BI, karena ini adalah co hosting Indonesia," ujar dia.

Sri Mulyani menjelaskan, dari pertemuan ini diharapkan jadi pengambil keputusan, tidak hanya untuk lembaga multilateral, namun untuk lembaga pendanaan investasi seluruh dunia. Kemudian lembaga keuangan seperti regional development juga akan menghadiri pertemuan ini.

"Sebagai host tentu impresi pertama adalah Indonesia adalah Negara maju yang diperkenalkan dan punya achievement dari sisi pembangunan, namun kita juga akan menjelaskan tantangan pembangunan," imbuh dia.

Kemudian, kedua adalah Bali yang sudah terkenal dan pasti delegasi akan berekspektasi akan terorganisir dengan baik dan bisa dijamu dengan baik oleh Indonesia. Sri Mulyani juga menjelaskan ini adalah momentum yang pas untuk Indonesia, apalagi dengan investment grade, sejumlah program yang dimiliki seperti pembangunan, pendidikan, kesehatan, sosial hingga ke infrastruktur dinilai banyak menarik perhatian dari private sector baik domestic maupun internasional.

Dia menjelaskan, hal-hal tersebut bisa mempresentasikan untuk pembangunan Indonesia dengan pertumbuhan yang lebih tinggi tidak harus dilakukan seluruhnya oleh pemerintah.

"Di sini partisipasi dan peranan swasta sangat penting, kita akan saling melihat pengalaman dan mengetahui minat baru mengenai apa saja yang akan mereka lakukan dan berpartisipasi," ujar dia. (mkj/mkj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads