Diduga ada pihak-pihak yang mengambil keuntungan saat harga telur ayam terpuruk di kisaran Rp 14.500/kg.
"Jujur saya tidak bisa atasi masalah ini sendiri, karena hanya bapak polisi yang bisa menangkap para penimbun jagung itu. Saya bisanya hanya memastikan kalau jagung itu ada, tapi kalau ditimbun saya ndak bisa tangkap ," kata Direktur Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH ) Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita, saat memfasilitasi pertemuan peternak ayam petelur di kantor Disporbudpar Kabupaten Blitar, Selasa (13/6/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebanyak 9.660 ton sudah dipasok ke peternak di Blitar, Kediri dan Tulungagung. Saat ini masih tersisa 1.120 ton.
"Bahkan sekarang sedang dalam perjalanan dari Jakarta 5.000 ton. Tapi karena ada kenaikan biaya distribusi, maka harga jagung impor sekarang naik menjadi Rp 4.000 / kg ," jelas Krisna.
Peternak keluhkan jagung Bulog
Tapi ternyata, peternak lebih memilih jagung lokal yang disparitas harganya sekitar Rp 600 / kg. Alasan peternak , jagung yang dikirim ke Blitar kualitasnya jelek dan tidak layak dijadikan pakan ayam.
" Ya kami beli jagung lokal walaupun harganya lebih mahal Rp 600 / kg. Lha wong jagung Bulog itu sudah hitam-hitam, malah sakit nanti ayam saya kalau dikasi pakan itu ," ungkap peternak Suruwadang, Kademangan, Paduko.
Dalam pertemuan juga terungkap, ternyata jagung impor terlalu lama ditimbun di Jawa Barat, dan baru dikirim ke Jawa Timur saat kualitas jagung tidak layak untuk pakan ternak. Sementara di sisi lain, para penimbun bermain dengan jagung lokal sehingga harga jagung lokal semakin naik di harga Rp 4.700 /kg.
"Harusnya pemerintah dalam mendistribusikan jagung itu disesuaikan dengan kebutuhan daerah. Jangan ditimbun di daerah lain terlalu lama. Kami juga minta, pemerintah menambah stok jagung impor untuk menstabilkan harga jagung lokal," kata Diarmita.
Setelah mendengarkan langsung kesaksian dari peternak ayam, Bulog dan integrator, lebih lanjut Ketut Diarmita menegaskan hanya.kerja sama semua pihak yang bisa menyelesaikan segala masalah
" Jangan salahkan negara lain kalau kita dijajah lagi oleh negara lain wong kita saling sikut. Sekarang kalau mau keluar dari masalah, jalankan tugas masing- masing untuk membantu yang lain. Jangan malah cari untung di atas penderitaan orang lain," tutur Diarmita.
Saya sudah undang pak polisi, lapor kalau ada yang nimbun. Sebaliknya, jangan demo bilang gak ada jagung padahal stok masih banyak, dan ingat, jangan asal mau disuruh demo oleh pihak yang mau ambil untung dari kepanikan peternak di sini, " pungkasnya. (hns/hns)










































