Pada target pembangunan 2018, pemerintah melalui Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) mengusulkan angka pengangguran menurun dikisaran 5,1%-5,4%, angka kemiskinan turun di level 9%-10%, rasio gini diusulkan 0,38 dan indeks pembangunan manusia (IPM) 71,38.
Dari kesepakatan pemerintah dengan Komisi XI DPR, tingkat pengangguran menjadi 5,0%-5,3%, tingkat kemiskinan menjadi 9,5%-10%, gini rasio tetap 0,38, dan untuk IPM menjadi 71,5.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai gini rasio, Bambang menyebutkan, untuk menurunkan angka gini meskipun hanya 0,01 tidak mudah apalagi jika ada perbaikan harga komoditas yang bisa mendorong gini rasio melebar.
Sedangkan untuk IPM yang menjadi 71,5 dari yang diusulkan 71,38 dianggap masih bisa dijangkau pemerintah. Sebab, pada tahun 2017 angkanya telah mencapai 70,8.
Sedangkan untuk tingkat kemiskinan angka disepakati menjadi 9,5%-10% akan menjadi pertama kali angka kemiskinan di bawah 10% jika dilihat dari 2007 yang mana angka kemiskinan di level 17%.
"Kami semua ingin pertama kali dalam sejarah turun di bawah 10%. Tapi kalau sampai 9,5% maka setahun harus ada lebih dari 1,5 juta penduduk miskin, kami tetap usahakan range 9%-10%," tutupnya. (mkj/mkj)











































