Jokowi Masih akan Tambah Utang Tahun Depan

Jokowi Masih akan Tambah Utang Tahun Depan

Maikel Jefriando - detikFinance
Rabu, 14 Jun 2017 10:13 WIB
Jokowi Masih akan Tambah Utang Tahun Depan
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Tahun depan, Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih akan menambah utang. Hal ini tergambar dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal tahun 2018

Kerangka tersebut merupakan cikal bakal Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018, untuk kemudian dibahas dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hingga menjadi Undang-undang.

APBN yang dirancang oleh Jokowi tetap dengan postur defisit. Artinya belanja pemerintah lebih besar dari pada penerimaan yang didapatkan. Belanja dipatok pada rentang Rp 2.204 - 2.349 triliun dengan defisit 1,9-2,3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Demikianlah dikutip detikFinance, Rabu (14/7/2017) berdasarkan data dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang disampaikan kepada Komisi XI DPR.


Untuk menutup defisit, maka pemerintah akan menerbitkan surat berharga negara (SBN) dengan estimasi 2,7-3% terhadap PDB. SBN meliputi mata uang rupiah maupun valuta asing.

Walaupun ada penambahan utang, pemerintah meyakini bahwa rasio utang tetap masih terjaga, yaitu berkisar pada angka 27-29% terhadap PDB.

Jokowi Masih akan Tambah Utang Tahun DepanFoto: Tim Infografis, Andhika Akbarayansyah
(mkj/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads