Menurut pemilik perusahaan penyalur pekerja PT Dani Mandiri, Dani Setiawan, tenaga infal memang banyak dicari sebagian warga yang ditinggal mudik oleh ART atau baby sitter saat Lebaran.
Meski terjadi permintaan yang cukup banyak saat mendekati momen Lebaran, tapi tahun ini trennya justru menunjukkan penurunan dibandingkan tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cenderung menurun ya, walaupun masih tetap banyak permintaan. Dalam satu bulan itu (Lebaran) tahun lalu bisa sampai 400 orang, tahun ini sekitar 200-300 orang, ya turun," ungkap Dani kepada detikFinance, Rabu (14/06/2017).
Penurunan permintaan infal juga terlihat dari tren yang terjadi di awal-awal Ramadan saat ini. Pada tahun ini di minggu pertama Dani hanya bisa menyalurkan 5 pekerja per hari.
Foto: Citra Fitri Mardiana/detikFinance |
Dirinya pun memprediksi hingga puncak permintaan terjadi pada minggu terakhir menjelang Lebaran, Dani hanya mampu menyerap pekerja hingga 20-25 per hari. Sementara di tahun lalu peningkatannya lebih dari itu di atas dari 25-30 per hari di waktu puncak.
Menurutnya penurunan tersebut juga disebabkan lantaran semakin banyak pengguna jasa yang mendapatkan informasi tanpa harus melalui perusahaan penyalur.
"Banyak juga informasi dari mulut ke mulut mereka. Antara majikan dengan ART misalnya. Jadi langsung, enggak lewat kami," ujar.
Lebih lanjut Dani mengaku, sampai saat ini masih memiliki sedikitnya 70 orang pekerja baik PRT maupun baby sitter yang siap untuk disalurkan untuk menjadi tenaga infal saat Lebaran. (ang/ang)











































Foto: Citra Fitri Mardiana/detikFinance