Salah seorang pemilik perusahaan penyalur pekerja, Dani Setiawan mengatakan, puncak permintaan tertinggi akan terjadi pada H-10 sampai H-3 menjelang Lebaran.
Bahkan menurutnya bagi pengguna jasa infal yang telah menjadi langganan dari tahun ke tahun, sudah mulai melakukan pemesanan pada minggu pertama Ramadan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat memasuki puncak permintaan infal, Dani mengaku bisa menyalurkan pekerja hingga 25 orang per hari. Sementara permintaan yang terjadi di minggu pertama dan kedua Ramadan hanya 5-10 orang per hari.
"Karena puncaknya tanggal 15 Juni ke atas baru mulai, 15-22 Juni. Kalau masih minggu pertama 5 orang. Minggu ke dua 10 per hari. lalu masuk minggu ke tiga baru 20-25 per hari," terangnya.
Dari banyaknya permintaan infal, Dani menyebut bisa meraup omzet hingga Rp 200 juta saat momen Lebaran. Kendati demikian jumlah tersebut menurun dari omzet tahun sebelumnya yang bisa mencapai Rp 300 juta dalam sebulan.
"Tahun lalu sih Rp 300 juta. Tahun ini prediksi sekitar Rp 200-an. Karena ada penurunan permintaan (25%) tadi," ujarnya. (ang/ang)










































