Cuti bersama yang saat ini tengah digodok ini akan jatuh pada tanggal 23 Juni atau hari Jumat. Selama ini, hari jumat kerap diasosiasikan dengan istilah Harpitnas, atau Hari Kejepit Nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita ini pengusaha melihat Indonesia ini punya hari libur terbanyak di dunia. Nah ini kalau terus ada cuti bersama ditambah karena kejepit, terus terang kita ada pendapatan yang hilang," ujar Suryadi kepada detikFinance, Rabu (14/6/2017).
Diungkapkannya, tambahan cuti bersama ini tak sesuai dengan upaya pemerintah saat ini untuk mendukung daya saing dunia usaha. Salah satunya bakal menambah beban uang lembur untuk karyawannya.
"Dengan adanya saat ini saja (liburan nasional) kita sudah enggak efisien. Produktivitas semakin rendah, kita enggak setuju kalau. Kalau jadi cuti bersama, kita jadi harus bayar uang lembur. Tolonglah itu pemerintah bisa dipikirkan," ujar Suryadi. (idr/dna)










































