Pengusaha Tak Setuju Cuti Lebaran Ditambah, Ini Alasannya

Pengusaha Tak Setuju Cuti Lebaran Ditambah, Ini Alasannya

Muhammad Idris - detikFinance
Rabu, 14 Jun 2017 15:43 WIB
Pengusaha Tak Setuju Cuti Lebaran Ditambah, Ini Alasannya
Foto: Jhoni Hutapea/detikcom
Jakarta - Pemerintah berencana menambah cuti bersama Lebaran tahun 2017 ini. Sebelumnya, sudah ada dua hari libur nasional dan empat hari cuti bersama Lebaran. Dua hari libur nasional Lebaran yaitu pada 25-26 Juni 2017, sedang empat hari cuti bersamanya yaitu pada 27-30 Juni 2017.

Cuti bersama yang saat ini tengah digodok ini akan jatuh pada tanggal 23 Juni atau hari Jumat. Selama ini, hari jumat kerap diasosiasikan dengan istilah Harpitnas, atau Hari Kejepit Nasional.



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Suryadi Sasmita mengatakan, kalangan pengusaha sangat keberatan dengan tambahan cuti bersama saat liburan Idul Fitri tersebut. Pasalnya, hari libur nasional dan cuti bersama sudah dianggap terlalu banyak, sehingga mengurangi produktivitas dunia usaha.

"Kita ini pengusaha melihat Indonesia ini punya hari libur terbanyak di dunia. Nah ini kalau terus ada cuti bersama ditambah karena kejepit, terus terang kita ada pendapatan yang hilang," ujar Suryadi kepada detikFinance, Rabu (14/6/2017).


Diungkapkannya, tambahan cuti bersama ini tak sesuai dengan upaya pemerintah saat ini untuk mendukung daya saing dunia usaha. Salah satunya bakal menambah beban uang lembur untuk karyawannya.

"Dengan adanya saat ini saja (liburan nasional) kita sudah enggak efisien. Produktivitas semakin rendah, kita enggak setuju kalau. Kalau jadi cuti bersama, kita jadi harus bayar uang lembur. Tolonglah itu pemerintah bisa dipikirkan," ujar Suryadi. (idr/dna)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads