Saat ini Adhi Karya rutin melakukan pembicaraan dengan pihak terkait seperti Kementerian Keuangan hingga Kementerian Perhubungan untuk memastikan skema pendanaan yang bakal ditetapkan September mendatang.
"Kami sedang pembicaraan pokoknya target financial close bulan September Oktober. Financial close itu dari PT KAI, mereka nanti perbankan sudah bisa mensupport dan skemanya sudah ketemu semua. Jadi, nanti ada skema pembayarannya apakah progress payment, apakah monthly payment," kata Direktur Keuangan dan Legal Adhi Karya, Haris Gunawan di Hotel Grandhika, Jakarta Selatan, Kamis (15/6/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan adanya dana Rp 7,6 triliun, maka proyek LRT Jabodebek berpotensi mendapatkan kredit sindikasi dari bank BUMN hingga Rp 14 triliun. Sehingga total pendanaan untuk proyek LRT Jabodebek Rp 23 triliun bisa dikantongi.
"Angka ini untuk leverage grade. Kalau dua kali saja kan sudah Rp 14 triliun, Rp 14 triliun tambah Rp 7,6 triliun kan Rp 21 triliun, itu dari perbankan," kata Haris.
Sedangkan mulai pembayaran proyek LRT Jabodebek yang sudah ditangani Adhi Karya akan dilakukan bertahap mulai Desember 2017. "Sudah komitmen, kan menuju Desember harus dibayarin. Kan leverage kita turun," tutur Haris. (dna/dna)











































