Menhub Diberondong Pertanyaan Soal Kelayakan Bus untuk Mudik

Menhub Diberondong Pertanyaan Soal Kelayakan Bus untuk Mudik

Dana Aditiasari - detikFinance
Jumat, 16 Jun 2017 14:34 WIB
Menhub Diberondong Pertanyaan Soal Kelayakan Bus untuk Mudik
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi diberondong pertanyaan oleh masyarakat seputar kelayakan bus yang akan beroperasi sebagai angkutan mudik saat musim mudik lebaran.

Pertanyaan datang dari Zaky Ramadhan yang menyampaikan 3 pertanyaan berantai. Berikut pertanyaannya:

1. Apakah sudah periksa surat-surat/kondisi kendaraan buat mengurangi kecelakaan di Pulau Jawa karena kelalaian pengemudi Bus AKDP?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

2. Apakah jalan-jalan yang sudah tidak layak dilalui bus AKDP sudah diperbaiki? Kira-kira sudah berapa persen yang sudah layak/bisa dilalui Bus AKDP.

3. Apakah sudah ada rencana Bapak untuk menambah jalur alternatif buat menghindari kemacetan di Tol Brebes Timur?

Budi Karya Sumadi menjawab pertanyaan tersebut melalui media berbagi video YouTube yang dikutip detikFinance, Jumat (16/6/2017).

Keamanan bus

"Jadi kalau kita bicara mengenai bus, kendaraan. Kementerian Perhubungan bersama Dishub sudah melakukan yang namanya Ramp Check," kata Budi Karya.

Ramp Check, kata Budi dilakukan bukan pada bus saja, tapi juga pada pesawat, pada kereta api, pada kapal dan angkutan umum untuk mudik lainnya. Ramp check dilakukan untuk memeriksa kelayakan kendaraan secara fisik dan fungsi dari mulai kondisi ban, rem hingga mesin.

"Khusus bus ini, memang kita lakukan intensif dilakukan oleh Dishub," sambung dia.

Kemenhub memberikan tanda khusus berupa stiker yang ditempel di kaca depan mobil yang menunjukkan bus yang bersangkutan layak untuk dioperasikan.

"Kalau di-ramp check berhasil, kita kasih stiker. Kalau mereka tidak memenuhi syarat, kita tidak kasih stiker," Budi menjelaskan.

Hal itu, membuat masyarakat mudah mengenali mana bus yang layak dan aman, mana bus yang tidak aman.

"Oleh karenanya, dalam kesempatan ini, dua hal. Pertama, kalau ada yang punya bus, kalau belum dapat stiker, jangan coba-coba menggunakan bus tersebut untuk kegiatan mudik lebaran karena akan kita stop, tidak boleh beroperasi," kata Budi.

"Kedua, bagi yang mau mudik, tanya dulu sama busnya ada stiker enggak? Sudah di-ramp check belum? Apabila mereka ada stiker dan sudah di-ramp check, silakan gunakan. Tapi kalau enggak (enggak ada stiker), jangan dilakukan," tegasnya.

Kondisi jalan

Berikutnya Budi Karya juga menjelaskan kesiapan jalan yang bisa dilewati pemudik. Menurut dia kondisi jalan yang ada, saat ini kondisinya sudah sangat baik berkat kerja keras yang dilakukan koleganya di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Kalau bicara jalan, saya sebagai Menteri Perhubungan senang sekali karena kementerian PUPR itu sudah melakukan beberapa upaya yang luar biasa," sebut Budi.

Salah satunya yang terlihat di Brexit. Di Brexit, sambung dia, ada pembangunan empat flyover yang dibangun di atas lintasan sebidang menuju ke Purwokerto.

"Jadi kita bayangkan, kalau sebelumnya macet kan. Ada kereta api, macet. Ada kereta api empat kali itu. Nah ini akan lancar," jelas Budi.

Selain itu, saat ini juga telah tersedia jalan tol fungsional yang meskipun belum rampung 100%, namun sudah bisa membantu mengurai kemacetan saat mudik dari Brebes Timur hingga Weleri.

Namun, kata dia, untuk mudik diimbau masyarakat jangan mengandalkan jalan tol saja. "Karena Pantura dan ke Selatan itu bagus. Jadi gunakanlah alternatif yang ke Utara dan Selatan," tandasnya. (dna/mkj)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads