Follow detikFinance
Jumat 16 Jun 2017, 17:06 WIB

Tanya Pak Menhub, Bagaimana Buat Orang Mau Mudik Naik Kapal?

Dana Aditiasari - detikFinance
Tanya Pak Menhub, Bagaimana Buat Orang Mau Mudik Naik Kapal? Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Moda transportasi laut harusnya bisa menjadi alternatif bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan jarak jauh seperti mudik. Namun biaya yang tak terpaut jauh ketimbang transportasi udara berbiaya murah, membuat transportasi laut jarang diminati.

Novita Nababan melontarkan pertanyaan kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, bagaimana dengan kondisi seperti itu, masyarakat mau memilih transportasi laut untuk mudik?

"Bagaimana Kemenhub membuat masyarakat untuk menggunakan moda transportasi laut? Mengingat tarif via laut dan udar abeda tipis sehingga membuat masyarakat lebih memilih via udara dibandingkan via laut," bunyi pertanyaan pertama yang dilontarkan Novita.

"Fasilitas apa saja yang sudah Bapak siapkan untuk moda transportasi laut terkait mudik 2017?" demikan Novita melanjutkan pertanyannya.

Melalui media berbagi video YouTube yang dikutip detikFinance, Jumat (16/6/2017), Budi Karya Sumadi menjawab pertanyaan tersebut.

"Jadi memang sekarang ini ada dilema, bahwasanya LCC (Pnerbangan berbiaya murah) dari penerbangan itu membuat kompetisi terhadap laut dan bus ini menjadi masalah sehingga laut kurang kompetitif. Namun demikian kita memang berusaha berusaha untuk membuat suatu equilibrium (titik keseimbangan) baru di mana, yang namanya laut itu sebenarnya adalah satu potensi yang bisa kita gunakan," kata Budi.

Padahal menurutnya, berbeda dengan transportasi udara dan darat yang akan semakin terbatas perkembangannya, transportasi laut di Indonesia khususnya, masih punya peluang untuk berkembang lebih besar.

"Kalau udara, satu waktu akan terbatas karena kapasitas bandara, kapasitas ruang udara itu terbatas," sambung budi.

Budi Karya mengatakan, dengan peluang pengembangan yang begitu besar, saat ini dirinya tengah menyusun program yang dapat meningkatkan minat masyarakat untuk melakukan perjalanan jarak jauh menggunakan kapal laut.

"Untuk di laut, kita tahun ini memang membuat semacam uji coba. Karena laut ini bagus juga. Lautnya masih luas, kapasitas masih ada. Sehingga kita bisa punya ruang untuk melakukan mudik dengan laut. Oleh karenanya, tahun ini kita membuat beberapa lintasan (rute) terutama ke Panjang (Pelabuhan Panjang, Lampung), sama ke Semarang (Pelabuhan Tanjung Mas, Jawa Tengah). Apa yang kita lakukan? Kita kasih mudik gratis untuk orang, mudik gratis untuk motor," sebut dia.

Bagaimana dengan fasilitas yang ditawarkan?

"Fasilitasnya luar basa loh. Kalau dipikir-pikir, mudik menggunakan laut ini, hitung-hitung kita melakukan kegiatan rekreasi. Di kapal itu ada karaoke, juga ada band. Kalau buka atau sahur ada cafe. Pasti lebih enjoy daripada naik motor lewat jalan darat, panas-panasan, kesenggol truk dan sebagainya. Kan ini (kecelakaan) harus kita hindari," jawab Budi.

"Nah oleh karenanya, kita memang berusaha membuat moda angkutan laut ini menjadi suatu alternatif yang bagus. Dan kalau tahun ini kita berhasil dengan baik, tahun depan akan kita buat kegiatan mudik dengan laut dengan lebih masif. Dan kita juga akan usahakan moda angkutan, katakanlah dari Semarang, Semarang mau ke Salatiga kita antar. Jadi ini adalah sarana yang lebih baik untuk kita gunakan," tandas dia. (dna/mkj)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed