Dalam keterangan tertulis dari Kementan, Jumat (16/6/2017), cetak sawah dilakukan mengingat saat ini lahan sawah yang semakin berkurang dengan adanya alih fungsi lahan pertanian ke perumahan dan lain-lain. Untuk cetak sawah pada 2015 Kementan telah menargetkan 23 ribu hektare namun yang terealisasi yakni 20 ribu hektare. Ini belum ada kerja sama dengan TNI.
Memasuki anggaran 2016 Kementan kembali menargetkan cetak sawah seluas 132.167 hektare dan terealisasi seluas 129.096 hektare. Ada percepatan sebesar 588%, artinya ada lonjakan sangat besar sekali.
Lonjakan ini sebagai dampak dari dilaksanakannya kerja sama dengan TNI. Dalam pencetakan sawah ini memang ada yang kurang, perkiraan 8% dan sedang dikerjakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekretaris Jenderal Kementan, Hari Priyono menjelaskan cetak sawah merupakan salah satu janji pemerintahan Jokowi-JK kepada masyarakat pada saat kampanye dan ini jelas dituang dalam Nawacita. Cetak sawah baru diprogramkan pemerintahan Jokowi-Jk 1 juta hektare.
Dengan target yang begitu besar, mungkin kita perlu pertimbangkan bagaimana dengan laju konversi sawah yang ďiperkirakan 100 juta hektare/tahun?
Hari menambahkan bahwa akan terlalu beresiko dalam situasi perubahan iklim yang cukup ekstrim jika hanya menggantungkan pangan pada produktivitas. Data statistik dalam 25 tahun ini menunjukkan sukses produksi ditentukan oleh sukses areal tanam.
Adalah sangat tepat kebijakan Menteri Pertanian yang memfokuskan dan menekankan pada peningkatan LTT (Luas Tambah Tanam). Pengaruh kinerja produktifitas saat ini masih belum bisa dijadikan tumpuan.
"Oleh sebab itu saya usul pemikiran ini harus segera kita sosialisasikan. Cetak sawah adalah Janji Jokowi; Janji Nawacita bukan prakarsa kitla saja," tegas Hari.
Hari lantas menambahkan, beberapa persoalan di lapangan yang belum sempurna akan segera diperbaiki. Perlu diketahui juga bahwa biaya konstruksi cetak sawah ideal adalah 35 juta/hektare. Namun dengan TNI kita kerja samakan dengan biaya hanya Rp 19 juta.
"Apabila situasi lahannya berat memang ada kesulitan di beberapa tempat. Namun kita lebih efisien. Saran pemikiran ini perlu kita sosialisasikan. Cetak Sawah merupakan Janji Jokowi, Janji Nawacita," jelas Hari.
(nwy/hns)











































