Berbeda dengan proyek tol Jakarta Cikampek layang (elevated) yang saat ini konstruksinya tengah berjalan, jalan tol Jakarta-Cikampek II ini akan dibangun di atas tanah, mengambil lokasi di sisi selatan jalan tol Jakarta-Cikampek yang saat ini telah beroperasi.
Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) yang diterima detikFinance, Senin (19/6/2017), proyek tol yang membentang sepanjang 64 km ini membutuhkan biaya investasi sebesar Rp 13,38 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, pengembangan kawasan industri di Bekasi, Cikarang dan Karawang telah menimbulkan gangguan dan hambatan terhadap arus transportasi di sekitar jalan tol Jakarta-Cikampek yang saat ini telah ada. Lalu lintas yang telah meningkat pesat dan melebihi kapasitas jalan membuat kemacetan lalu lintas kerap terjadi di daerah ini dan berdampak langsung pada mobilitas di kawasan.
Dibangunnya Jalan Tol Cikampek II sisi Selatan Jakarta pun diyakini dapat menciptakan jalur transportasi baru dan tidak akan melewati daerah Jakarta yang padat. (dna/dna)











































