Follow detikFinance
Senin 19 Jun 2017, 17:20 WIB

Dimasuki Kapal Asing, Stok Ikan di Dua Wilayah RI Ini Turun

Citra Fitri Mardiana - detikFinance
Dimasuki Kapal Asing, Stok Ikan di Dua Wilayah RI Ini Turun Foto: Pool
Jakarta - Dari sebanyak 11 Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) di Indonesia, dua di antaranya mengalami penurunan stok jumlah ikan.

Wilayah tersebut adalah WPP 571 yakni wilayah Selat Malaka dan Laut Andaman, serta wilayah Selat Karimata, Laut Natuna, dan Laut China Selatan yang masuk dalam WPP 711.

Penurunan stok ikan di wilayah selat Malaka dan sekitarnya terjadi, dari sebelumnya 484 ribu ton pada 2015 menjadi 425 ribu ton di 2016. Penurunan sekitar 58 ribu ton tersebut, menurut Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Sjarief Widjaja, lantaran masih banyaknya kapal-kapal asal Thailand yang menyelinap masuk ke perairan Indonesia.

"Masih ada juga kapal Thailand yang suka menyeberang lewat Sabang di WPP 571," ungkap Syarif, di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, Senin (19/6/2017).

Sementara itu penurunan stok di wilayah Laut China Selatan dan sekitarnya juga terjadi sekitar 376 ribu ton. Dari 2015 lalu sebesar 1,1 juta ton, pada 2016 stoknya menurun menjadi 767 ribu ton saja.

Syarif menilai, penurunan tersebut disebabkan oleh nelayan dengan kapal-kapal trawl atau cantrang yang masih dalam jumlah banyak. Apalagi wilayah Laut China Selatan berhadapan langsung dengan negara lain, seperti Vietnam, yang jumlah kapalnya pun sangat banyak.

"Kenapa masih minus karena masih banyak armada trawl di WPP 711. Di 711 berhadapan dengan negara lain. Vietnam itu sangat banyak kapalnya," terang Syarif.

Sementara itu kenaikan yang tidak banyak juga dialami wilayah Samudera Hindia sebelah barat yang masuk pada WPP 572. Kenaikannya hanya tipis sekitar 12 ribu ton, dari sebelumnya 1,228 juta ton pada 2016 menjadi 1,240 juta ton.

Kondisi tersebut pun disebut Syarif akibat keberadaan kapal asing yang masuk ke wilayah tersebut dalam jumlah banyak lantaran letak geografisnya merupakan laut lepas.

"Pantai barat Sumatera WPP 572, naiknya tipis. Itu juga karena banyak kapal asing ke sana. Ini sulit dikendalikan karena laut lepas," jelasnya. (wdl/wdl)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed