Follow detikFinance
Senin 19 Jun 2017, 20:13 WIB

Sri Mulyani: Subsidi BBM Bengkak, Harus Ditanggung Pertamina

Hendra Kusuma - detikFinance
Sri Mulyani: Subsidi BBM Bengkak, Harus Ditanggung Pertamina Foto: Hendra Kusuma
Jakarta - Saat ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah menyiapkan revisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Pemerintah (APBN) 2017.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, ada beberapa asumsi makro di 2017 yang kembali disesuaikan pemerintah. Salah satunya mengenai harga minyak dunia yang diproyeksi di atas US$ 45 per barel, di mana akan mempengaruhi anggaran subsidi energi.

Dia menyebutkan, perbedaan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pernah sampai dikisaran Rp 1.250 per liter dari yang ditetapkan pemerintah. Bahkan, jika nantinya benar ada pembengkakan anggaran subsidi maka PT Pertamina diminta untuk yang menanggung terlebih dahulu.

"Sampai hari ini harga minyak ada kecenderungan menurun mulai akhir Mei dan Juni. Maka perbedaan harga keekonomian dan yang ditetapkan APBN semakin mengecil, untuk kami susun APBN untuk perbedaan maka yang menangung adalah Pertamina dulu," kata Sri Mulyani

Permintaan pemerintah, kata Sri Mulyani, dikarenakan Pertamina sempat merasakan penjualan BBM jenis premium mengalami keuntungan yang lumayan besar. Pada 2017 anggaran subsidi energi yang disiapkan sekitar Rp 77,3 triliun.

Jika BUMN sektor energi tersebut mengajukan suntikan modal, maka pemerintah akan membahasnya terlebih dahulu.

"Untuk APBNP kami tetap berpatok pada jumlah subsidi untuk energi, akan kami sesuaikan dengan yang sudah ditetapkan di APBN. Naik turunnya karena Pertamina pernah nikmati harga premium yang lebih tinggi dari harga pasar maka dia surplus," jelasnya.

"Kalau sekarang dia defisit maka dia perlu manajemen dari sisi cash flow. Yang perlu kami hitung subsidi itu ada solar, listrik, dan elpiji 3 kg. Semua akan kami hitung berdasar realisasi kami akan lihat laporan semester pertama dulu," ungkap dia.

Meski demikian, Sri Mulyani menegaskan bahwa keinginan pemerintah terhadap Pertamina untuk menanggung biaya pembengkakan subsidi energi masih akan dihitung lebih mendalam.

"Kami akan fokus hitung subsidi minyak dan berapa yang harus ditanggung Pertamina. Untuk jaga APBN kredibel kami akan gunakan angka subsidi yang ada di APBN 2017, yaitu subsidi energi Rp 77,3 triliun itu akan gunakan anggaran itu dulu, untuk membayar seluruh subsidi yang terjadi. Untuk Pertamina mereka akan absord kalau ada perubahan keekonomiannya dengan harga yang ditetapkan pemerintah," tutup dia. (mkj/mkj)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed