Bahas Maritim, Menlu Maladewa Mau Bertemu Menteri Susi

Bahas Maritim, Menlu Maladewa Mau Bertemu Menteri Susi

Heldania Ultri Lubis - detikFinance
Rabu, 21 Jun 2017 12:15 WIB
Bahas Maritim, Menlu Maladewa Mau Bertemu Menteri Susi
Foto: Wahyu Daniel
Jakarta - Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno LP Marsudi, menyatakan Menlu Maladewa, Mohamed Asim, akan melanjutkan kunjungannya di Indonesia dengan bertemu Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Pertemuan itu dimaksudkan untuk membahas kerja sama di bidang maritim.

"Ada beberapa isu yang kita bahas dalam pertemuan tadi, salah satunya kita juga berbicara mengenai kerja sama di bidang perikanan dan maritim. Sehingga setelah pertemuan tadi, Menlu Maladewa akan bertemu dengan Ibu Susi untuk bicara kerja sama yang dapat dilakukan oleh kedua negara untuk bidang perikanan dan maritim," ujar Retno usai menggelar pertemuan bilateral di Kantornya, Jalan Taman Pejambon, Rabu (21/6/2017).

Retno menyebut Indonesia dan Maladewa saat ini sepakat untuk meningkatkan mekanisme hubungan bilateral dengan mengintensifkan kontak antara pelaku bisnis kedua negara. Ia juga mengatakan Maladewa selama ini menjadi mitra penting Indonesia sebagai tujuan ekspor pasar non-tradisional produk industri Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita harus identifikasi dan eksplorasi bidang kerja sama yang bisa saling menguntungkan kedua negara. Mengenai perdagangan sendiri, saat ini komoditas ekspor dari Indonesia ke Maladewa di antaranya bahan konstruksi, perlengkapan olahraga, parfum, pecah belah, produk makanan dan barang kerajinan, sedangkan komoditas impor dari Maladewa ke Indonesia adalah ikan dan olahan ikan," jelas Retno.

Selain itu, Retno menyebut dalam pertemuannya bersama Asim yang digelar secara tertutup itu juga dibahas kerja sama di bidang technical cooperation (kerjasama teknis). Menurutnya kerja sama di bidang tersebut perlu ditingkatkan.

"Sejauh ini Indonesia sudah memberikan technical cooperation kepada Maladewa untuk beberapa bidang misalnya mengenai disaster management (manajemen bencana), kemudian fisheries (perikanan) democracy, good governance dan pertelevisian," katanya.

"Dan kami sampaikan tadi bahwa jika ada bidang-bidang lain yang diperlukan oleh Maladewa maka Indonesia akan siap untuk memberikan technical cooperation kepada Maladewa," tambah Retno.

Terakhir, Retno mengatakan isu connectivity juga dibahas oleh kedua negara. Indonesia, kata Retno, saat ini menawarkan produk yang bisa dimanfaatkan oleh Maladewa untuk membangun upaya connectivity antar pulau di negaranya.

"Indonesia juga memiliki kapasitas di bidang connectivity misalnya produk dari PT Dirgantara Indonesia (PT DI), PT Kapal dan juga PT aircraft dan kita tawarkan produk kita. Sehingga dalam kunjungan kali ini Menlu Maladewa juga akan mengunjungi PT DI untuk melihat kemungkinan bahwa kita dapat melakukan kerja sama di dalam bidang penyediaan moda transportasi," tutup Retno. (hld/wdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads