Bila hari biasa saja, ada 72 kali pemberhentian di lintas bidang kereta api, dengan estimasi satu kali pemberhentian memakan waktu lima menit, maka dibutuhkan total waktu enam jam pemberhentian dalam sehari. Terlebih lagi saat arus mudik Lebaran, paling tidak akan ada 92 kali pemberhentian karena ada tambahan frekuensi.
Berdasarkan foto terkini dari Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, seperti dikutip detikFinance, Rabu (21/6/2017), para pemudik telah melewati empat buah flyover yang telah dibuka sejak Senin (17/6) lalu ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbeda dengan jalan tol fungsional, jalur yang dibuka tetap dua arah dengan masing-masing satu lajur. Kini, para pemudik yang akan menuju ke Purwokerto, setelah keluar di exit Tol Pejagan pun dapat menikmati empat buah flyover yang saat ini sudah fungsional.
Sebagai informasi, anggaran yang dikeluarkan untuk membangun keempat flyover tersebut mencapai Rp 350 miliar. Flyover Dermoleng dengan total panjang 650 meter membutuhkan dana Rp 60 miliar, Klonengan 1.011 meter dananya Rp 110 miliar, Kesambi 470 meter Rp 58 miliar, dan Kretek 700 meter Rp 120 miliar.
Flyover Klonengan. Foto: Dok. Kementerian PUPR |
Flyover Kesambi. Foto: Dok. Kementerian PUPR |
FlyoverDermoleng.
|












































Flyover Klonengan. Foto: Dok. Kementerian PUPR
Flyover Kesambi. Foto: Dok. Kementerian PUPR
FlyoverDermoleng.
Flyover Kretek. Foto: Dok. Kementerian PUPR