Sebelum berdagang kulit ketupat dadakan, mereka berdagang janur. Momen Lebaran menjadi kesempatan meraup penghasilan tambahan.
Seperti yang diakui Udin, yang telah berjualan kulit ketupat selama delapan tahun setiap kali mendekati Lebaran. Biasanya pedagang mulai menggelar lapak dagangan mulai H-3 Lebaran hingga malam takbiran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pedagang ketupat dadakan di Palmerah Foto: Citra Fitri Mardiana/detikFinance |
"Sudah delapan tahun saya jualan ketupat, setiap mau Lebaran di sini. Tapi tahun ini enggak pakai tenda," ungkap Udin, di kawasan Palmerah, Kamis (22/6/2017).
Sehari-hari Udin bersama pedagang ketupat lainnya berdagang janur untuk dekorasi pernikahan di kawasan Rawa Belong. Namun ketika mendekati Lebaran, permintaan terhadap janurnya menurun, maka dirinya beralih untuk berjualan ketupat.
"Mau Lebaran gini kan sepi kawinan, jadi jualan ketupat saja," ujarnya.
Pedagang ketupat dadakan di Palmerah Foto: Citra Fitri Mardiana/detikFinance |
Hal yang sama juga diakui Ahmad, pedagang ketupat lainnya. Ahmad mengaku tergiur dengan peruntungan yang diperoleh untuk pemasukan menjelang Lebaran.
"Lumayan kan, tiga hari jualan mau Lebaran. Bisa sampai Rp 800 ribu sehari," ujarnya.
Pedagang ketupat dadakan di Palmerah Foto: Citra Fitri Mardiana/detikFinance |












































Pedagang ketupat dadakan di Palmerah Foto: Citra Fitri Mardiana/detikFinance
Pedagang ketupat dadakan di Palmerah Foto: Citra Fitri Mardiana/detikFinance
Pedagang ketupat dadakan di Palmerah Foto: Citra Fitri Mardiana/detikFinance