Mendag: Suplai Bahan Pangan Masih Perlu Diperbaiki

Mendag: Suplai Bahan Pangan Masih Perlu Diperbaiki

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 22 Jun 2017 19:40 WIB
Mendag: Suplai Bahan Pangan Masih Perlu Diperbaiki
Foto: Muhammad Idris
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, dan Polri dalam menjaga stabilitas harga pangan. Namun, menurut Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita, hasil yang dicapai belum sempurna.

Pasalnya, masih ada yang harus diperbaiki dalam menjaga harga pangan.

"Sisi suplainya beberapa harus kita perbaiki," kata Enggar di Komplek Istana, Jakarta, Kamis (22/6/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) menjadi salah satu yang berhasil menstabilkan harga bahan pokok. Dengan penetapan tersebut masyarakat memiliki kepastian dalam memenuhi kebutuhan bahan pokoknya.

"Saya misalnya ambil minyak goreng dalam kemasan sederhana, itu akan dipermanen. Jadi minyak goreng sederhana harus tetap ada dan dengan harga HET yang sudah dicantumkan di dalam kemasannya, itu akan masuk semua ke pasar tradisional HET-nya. Itu permanen sehingga masyarkat ada pilihan," kata pria yang akrab disapa Enggar itu.

Dia memastikan, beberapa harga bahan pokok seperti beras, gula juga berada di level harga yang relatif aman. Oleh karena itu, suplai bahan pokok harus dapat dipastikan terjaga.

"Suplainya saya enggak mau terganggu, begitu ada kekurangan kosong seperti terjadi satu kosong di daerah makanya di tempatkan satu petugas di daerah-daerah yang rawan dan ada potensi ditimbun, langsung kasih tahu dan sudah tahu juga siapa distributor juga untuk wilayah ini," jelas Enggar.

Menurut Enggar, Presiden Jokowi juga meminta untuk tetap menjaga sistem suplai dan demand terkait dengan bahan pokok. Dia mengungkapkan, dibutuhkan juga sinergi seluruh Kementerian/Lembaga (K/L) dalam menjaga pasokan bahan pokok.

"Diminta kita untuk melakukan ini, dan kunci lain adalah kerjasama antara K/L. Saya dengan Pak mentan (Menteri Pertanian Amran Sulaiman). Pak mentan kalau beliau di daerah tolong lihat pasar dan beliau langsung ambil sikap. Kemudian dengan kepolisian, dengan Bulog, juga dengan yang di daerah. Di dinas perdagangan saya bilang you harus ada di pasar ya, bukan ada di belakang meja. turun," tutur Enggar. (hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads