Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Faik Fahmi, mengimbau agar para pemudik yang menggunakan ferry memanfaatkan layanan online dalam pembelian tiket. Hal itu supaya pemudik tak perlu repot mengantre untuk mendapatkan tiket arus balik.
"Pengguna jasa diminta agar memanfaatkan layanan penjualan tiket online dengan mengakses http://tiket.indonesiaferry.co.id.
Tidak hanya dapat mengurangi antrian pembelian tiket di pelabuhan, pemudik yang beli tiket online dapat menikmati jalur khusus di pelabuhan dengan waktu scan barcode lebih singkat, sehingga akses menuju kapal juga lebih cepat," kata Faik dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (30/7/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun layanan penjualan tiket penyeberangan berjadwal secara online saat ini baru berlaku bagi pengguna jasa di lintasan Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk untuk kendaraan roda 2, kendaraan roda 4 (pribadi, pick-up, box barang) dan mobil travel jenis Elf.
Sementara itu, Direktur Pelayanan dan Fasilitas PT ASDP Indonesia Ferry, Christine Hutabarat, juga mengatakan selain menerapkan layanan penjualan tiket online, ASDP juga membuka loket penjualan di luar area pelabuhan (buffer zone), yang bertujuan untuk memecah arus masuk ke pelabuhan karena kapasitas pelabuhan yang terbatas, yang diharapkan mereduksi antrian di pelabuhan agar tidak panjang.
Buffer zone menjadi tempat check in, agar setelah sampai pelabuhan waktu pelayanan di loket lebih singkat karena hanya tinggal boarding dengan scan/tembak barcode yang sudah didapat pengguna jasa. Pengguna jasa yang telah membeli tiket online, dapat melakukan check in minimal dua jam sebelum masuk ke pelabuhan.
"Ini sebagai bentuk komitmen kita terhadap pengguna jasa dalam meningkatkan pelayanan dengan extra effort yang kita berikan atas pemenuhan fasilitas-fasilitas ekstra yang sudah disiapkan," kata Christine.
Christine menegaskan, ASDP menjadikan momen angkutan Lebaran 2017 untuk lebih meningkatkan kualitas layanan penyeberangan sehingga memberikan pengalaman perjalanan ferry saat mudik yang lebih berkesan tahun ini.
"Tidak hanya tiket online berjadwal dan buffer zone, kami juga menyiapkan armada berkapasitas besar serta mengakselerasi kecepatan kapal sehingga waktu tempuh lebih singkat. Selain itu, demi keamanan dan kenyamanan pengguna jasa, kami juga memisahkan (sistem klaster) untuk kendaraan dan pengaturan jalur antrian penumpang dan kendaraan demi ketertiban saat naik kapal," tutup Christine. (mca/mca)










































