Dirjen Perhubungan Laut, Tonny Budiono, mengatakan saat ini proses pendanaan masih terhalang penyelesaian penyusunan greenbook proyek pembangunan mass rapid transit (MRT) di Jakarta sekalian. Pasalnya, laporan greenbook MRT dan Patimban dijadikan satu.
Greenbook sendiri merupakan daftar prioritas rencana pinjaman luar negeri sebagai syarat mendapatkan pencairan pinjaman dari Jepang terkait pembangunan Pelabuhan Patimban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi satu greenbook kan, kan ini (proyek) sama Jepang, nah Jepang itu maunya MRT sama Patimban (sekaligus). Patimban sudah oke, tinggal MRT, karena ini satu kesatuan jadi menunggu," sambung dia.
Tonny mengatakan, bila laporan greenbook proyek MRT rampung, maka pendanaan bisa cepat dicairkan dan proyek bisa langsung berjalan. Dirinya pun berharap bila proses penyusunan greenbook tersebut dapat selesai pada bulan ini.
"Mudah-mudahan lah. Makanya Pak Menteri kan kemarin perintahkan untuk menyerahkan ke Bappenas agar lebih cepat. Secepatnya, kalau bisa Juli ini," tukasnya. (ang/ang)











































