Direktur Utama Bulog, Djarot Kusumayakti, telah menyiapkan dana sebesar Rp 30 miliar-Rp 50 miliar untuk pengadaan mesin CAS yang akan dibangun tahun ini di Brebes, Jawa Tengah.
Mesin penyimpanan tersebut nantinya akan digunakan untuk produk hortikultura, terutama cabai dan bawang. Mesin CAS yang akan dimiliki Bulog akan mampu menampung 300-400 ton cabai dan bawang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu cuma kayak kontainer pendingin dengan kontrol atmosfer, sampai akhir tahun ini saya ingin kapasitas 300-400 ton," ungkap Djarot saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Selasa (4/7/2017).
Djarot menuturkan, satu unit mesin CAS memiliki kapasitas penampung sebesar 16 ton yang dibanderol dengan harga Rp 1,5 miliar. Dengan demikian, jika Bulog membutuhkan 20 unit mesin CAS untuk penyimpanan cabai dan bawang, maka setidaknya dirinya harus menyiapkan biaya sekitar Rp 30 miliar.
"16 ton perunit itu harga sekitar Rp 1,5 miliar Artinya kalau kita punya uang Rp 30 miliar dapat 20 (unit). Karena saya menjaga dari panen ke panen. Total investai Rp 30 miliar-Rp 50 miliar kan itu gudangnya sangat besar sekali," terang Djarot.
Lebih lanjut Djarot mengaku, Brebes sengaja dipilih sebagai lokasi penempatan Mesin CAS dengan pertimbangan jarak yang lebih dekat dengan lokasi produksi. Selanjutnya, untuk wilayah Sumatera, Djarot mengaku akan mendirikan Mesin CAS di wilayah Sumatera Barat.
"Tempat yang saya siapkan di Brebes, karena di sana pusat bawang merah. Saya ingin harga di petani enggak naik turun. Saya juga ingin bangun di Sumatera Barat, tapi kan butuh tanah," (hns/hns)











































