Tak terkecuali bisnis parkiran. Baru-baru ini, lahir layanan pembayaran parkir secara elektronik yang dikembangkan Jukir, sebuah perusahaan tanah air yang fokus pada digitalisasi bisnis parkiran.
Budi Hartono Pendiri sekaligus CEO Jukir, punya rencana ke depan untuk mensosialisasikan pembayaran jasa parkir melalui JuPay, yakni lewat tukang parkir. Saat ini, ratusan juru parkir atau Jukir akan diajak berkerja sama untuk memperkenalkan JuPay.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jukir yang baru berdiri sekitar delapan bulan yang lalu sejak 2016 kini sudah memiliki banyak Juru Parkir Online yang tersebar di wilayah di Bekasi dan Tanggerang.
Guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa parkir, Jukir juga terus melakukan strategic partner dalam memperkuat bisnisnya di masa depan dengan menggandeng PT Wallezz Finansial Teknologi perusahaan di bidang Fintech. Kini Jukir memiliki sebagian saham di perusahaan pembayaran elektronik, Wallezz.
"Kami melakukan kerja sama strategis untuk memperkuat penetrasi inklusi keuangan di negeri ini, dimana kami memang berfokus untuk menyediakan layanan-layanan inovatif agar berbagai model transaksi dalam kami layani, baik white label maupun melalui brand wallezz," kata Founder & CEO Wallezz, Christian Linting.
Christian Linting tak mau menyebutkan nilai pembelian saham di Wallezz tersebut. Sektor fintech (financial technology) kini menjadi sektor yang sedang diperebutkan banyak pihak dalam negeri dan luar negeri.
"Yang jelas melalui kerja sama ini, kami bersinergi untuk melayani berbagai kota di Indonesia melalui program Smart City yang kami kembangkan bersama dengan Jukir dan bersihkan.id, aplikasi eBanking Bank Sampah (eBABA), karena masalah kota besar berkutat di Sampah, Parkir dan kemacetan, serta sangat bergabtung pada digitalisasi pembayaran untuk menunjang smart city itu sendiri," tutup Christian. (dna/dna)











































