Follow detikFinance
Rabu 05 Jul 2017, 17:38 WIB

Ini Kata DPD Soal Pertanian RI Masuk 25 Besar Dunia

Niken Widya Yunita - detikFinance
Ini Kata DPD Soal Pertanian RI Masuk 25 Besar Dunia Mentan Amran Sulaiman raker dengan DPD (Foto: Dok. Kementan)
Jakarta - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) mengapresiasi prestasi pertanian di bawah komando Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, terkait hasil kajian The Economist Intelligen Unit (EIU) yang menempatkan sektor pertanian Indonesia masuk peringkat 25 besar dunia. Selain itu, Kementerian Pertanian (Kementan) mampu menyediakan stok pangan selama Ramadan, sehingga harga berada pada posisi stabil.

Apresiasi ini terjadi saat Rapat Kerja (Raker) DPD dengan Amran di Jakarta, Rabu (5/7/2017). Hadir pada Raker ini Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, dan perwakilan bupati daerah-daerah penyangga pangan DKI Jakarta.

Berdasarkan hasil riset EIU dan Barilla Center for Food and Nutrition (BCFN) Foundation tentang Indeks Keberlanjutan Pangan (Food Sustainability Index/FSI), sektor pertanian Indonesia masuk 25 besar dunia. Secara keseluruhan, Indonesia berada di peringkat 21 dengan skor 50,77 setelah Brasil serta berada di atas Uni Emirat Arab, Mesir, Arab Saudi, dan India. Indonesia menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara atau ASEAN yang sukses menembus 25 besar.

Ketua Komite II DPD Parlindungan Purba menyatakan, ke depan agar lebih meningkatkan ketahanan pangan nasional khususnya di DKI Jakarta, beberapa catatan penting perlu dilakukan Kementan.

Pertama, harus menjaga inflasi di DKI Jakarta yang merupakan baromoter nasional. Kedua, ketahanan pangan harus terus ditingkatkan karena berpengaruh signifikan terhadap stabilitas negara. Ketiga, kondisi ketahanan pangan perlu tetap dikembangan walaupun saat ini Indonesia meraih peringkat indeks ketahanan pangan ke-71 dari 113 negara dan masuk 25 besar dunia akan indeks keberlanjutan pangan dunia.

"Keempat, Kementan agar terus mengembangkan pangan terus khususnya untuk menjamin kebutuhan pangan di Ibu Kota Jakarta," ucap Parlindungan.

Untuk diketahui, pada raker ini secara umum hampir semua anggota komite II menyampaikan apresiasi atas capaian kinerja Kementan dengan harapan prestasi yang telah dicapai agar terus dipertahankan. Secara khusus beberapa anggota mengharapkan lahirnya payung hukum untuk pengembangan wilayah penyangga pangan ibu kota.

Program pengembangan wilayah penyangga pangan ibu kota dianggap program strategis antara lain untuk menekan inflasi sehingga perlu terus didukung.

Anggota DPD dari Dapil Sumatera Barat, Nafi Chandra, mengingatkan yang dibutuhkan DKI Jakarta bukan hanya jagung. Karena itu kebutuhan komoditas perlu diidentifikasi dengan baik.

Secara spesifik, Anggota DPD dari Dapil Jabar, Aceng Fikri, mengatakan Amran merupakan pemimpin yang mengimplementasikan filosofi kepemimpinan Ing Ngarso Sun Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani.

"Sejak umur 7 tahun, baru Lebaran sekarang pangan cukup dan harga stabil," tegas Aceng.

Di akhir pertemuan, Bupati Lampung Selatan, Lampung Tengah, Karawang dan semua wakil daerah pendukung pangan DKI memberikan komitmennya mendukung penyediaan pangan untuk DKI Jakarta.

(nwy/dnl)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed