RI Belum Tentukan Sikap dalam Sidang OPEC

RI Belum Tentukan Sikap dalam Sidang OPEC

- detikFinance
Rabu, 04 Mei 2005 11:52 WIB
Jakarta - Indonesia hingga saat ini belum mempunyai usulan dalam pertemuan OPEC yang akan digelar pada 15 Juni 2005 mendatang di Wina, Austria. Indonesia masih harus melihat perkembangan pasar minyak dunia."Soal sikap dan usulan biasanya beberapa minggu sebelum sidang, OPEC mengirimkan market outlook. Nanti akan kita lihat perkembangannya bagaimana dan kita akan pelajari. Baru setelah itu kita akan menentukan sikap," kata Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro kepada wartawan di Gedung Bank Indonesia, Jl Mh Thamrin, Jakarta, Rabu (4/5/2005).Purnomo menjanjikan pada awal Juni mendatang akan dapat diketahui bagaimana sikap Indonesia dalam pertemuan OPEC itu yang dikabarkan akan mengambil keputusan untuk menaikan lagi kouta produksinya 500.000 barel per hari."Ini kan baru awal Mei dan kita belum mendapat market outlook-nya. Nanti akan kita kaji dan kita studi dulu. Awal Juni baru ketahuan sikap kita," terangnya. Meski sejauh ini belum menentukan usulan, Indonesia sangat berharap agar harga minyak dunia bisa turun sampai ke batas harga yang ditetapkan oleh OPEC.Mengenai posisi Indonesia dalam keanggotan OPEC, Purnomo mengungkapkan bahwa organisasi eksportir minyak itu tidak mempersoalkan posisi Indonesia yng menjadi negara net-importir minyak. "OPEC tidak mempermasalahkan itu, kami sudah cek. OPEC mengatakan waktu menjadi anggota, anda masuk sebagai net-eksportir. Tapi setelah masuk you menjadi net-importir itu tidak masalah. Jadi itu posisi OPEC kepada kita," ungkapnya.Namun begitu, Purnomo mengakui memang ada aspirasi dari bawah yang menyatakan bahwa Indonesia seharusnya tidak menjadi negara anggota OPEC karena sudah menjadi net-importir. "Tentunya semua usulan itu akan kita kaji dan kita sudah membentuk timnya," kata mantan Wakil Gubernur Lemhanas ini.Akan tetapi, lanjutnya, posisi Indonesia tersebut bisa berubah jika produksi minyak mentah mendatang kembali menjadi net-eksportir. Namun Purnomo mengatakan kalau dihitung untuk crude to crude Indonesia masih menjadi net-eksportir.Namun jika dihitung crude to crude plus kilang (BBM) maka Indonesia memang net-importir. "Tapi akan berbeda lagi kalau ditambah dengan gas tentunya kita akan lebih net-eksportir," demikian Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads