Sekertaris Serikat Pekerja Modern Putra Indonesia, Sukirno mengatakan Perusahaan menjanjikan uang pesangon dan pemindahtugasan kepada karyawan yang telah di-PHK. Namun menurutnya, hal tersebut saat ini masih dalam negosiasi dan belum menemui kesepakatan.
"Sebagian dipindahkan, sebagian dipesangon," katanya singkat kepada detikFinance saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (8/7/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, ketika ditanya lebih lanjut, mengenai rincian berapa jumlah pegawai yang dipindahtugaskan dan diberi pesangon, ia mengaku tak tahu. Begitu pula ke mana pegawai tersebut dipindahkan dan bagaimana kriteria pegawai yang akan mendapatkan pesangon.
"Itu ada di manajemen. Saya persisnya kurang tahu. Kalau yang dipesangonkan ya dipesangonkan, ada kriterianya. Yang masih ada tempat ya dipindahkan. Manajemen punya kriteria sendiri," ungkapnya.
Sukirno sendiri mengaku menjadi karyawan yang mendapatkan jatah pesangon. Namun demikian, dia bilang saat ini proses tersebut masih terus dinegosiasikan dan belum ada pencairan dana.
"Saya juga masih dinegosiasikan kemarin, jadi masih belum clear semuanya," tukasnya.
Seperti diketahui, berdasarkan laporan keuangan perusahaan tahun 2016 yang sudah diaudit, total karyawan yang dipekerjakan perusahaan mencapai 1.605 orang yang terdiri dari berbagai jenjang pendidikan.
Di antaranya, 1.384 orang lulusan SMA, 62 orang lulusan diploma, 145 orang lulusan S1 dan 2 orang lulusan S2. Ada pula, 7 orang yang berpendidikan SMP dan 5 orang berpendidikan SD. Dari 1.605 orang karyawan sevel, 1.194 berstatus karyawan kontrak dan 411 orang berstatus karyawan tetap.
Salah seorang karyawan yang masih melayani di Gerai Sevel Mangga Besar, Jakarta Barat, mengaku saat ini ditugaskan untuk menjual barang-barang untuk dihabiskan.
"Ya untuk habisin stok saja. Enggak tahu sampai kapan," kata perempuan yang enggan namanya disebut, kepada detikFinance di Gerai 7-Eleven Jalan Mangga Besar Raya Nomor 41, Taman Sari, Jakarta Barat, Sabtu (8/7/2017).
Pegawai yang ditugaskan pun hanya ada dua orang, yang saling bergantian menjaga kasir. Ia mengaku belum tahu ke mana akan bekerja setelah nanti gerai 7-Eleven ini benar-benar akan ditutup.
"Belum tahu mau ke mana," imbuhnya.
Wanita yang telah mengabdi selama 3 tahun di Sevel mengatakan, kemungkinan tak bakal menerima uang pesangon dari perusahaan meski telah bekerja cukup lama. Pasalnya, dirinya sampai saat ini masih belum diangkat menjadi karyawan tetap.
"Di sini susah buat jadi karyawan tetap. Yang levelnya manajer on duty juga belum tentu diangkat tetap. Enggak tahu kenapa, mungkin tergantung penilaian perusahaan," tuturnya. (hns/hns)











































